Sejak 'meledak'nya perhatian pada dunia kuliner sekitar 5 tahun lalu, entah sudah berapa kali festival kuliner digelar. Jumlahnya benar-benar sulit dihitung. Si ini bikin festival anu, organisasi itu bikin acara kuliner inu...
Tapi, kalau bicara soal gelaran kuliner yang paling sukses dan meriah, semua orang pasti sepakat. Cuma ada satu yang bisa bikin masyarakat datang berbondong-bondong dan menyerbu setiap stan dengan hebohnya. Acara yang saya maksud adalah Festival Jajanan Bango.
Itulah yang terjadi 2 hari kemarin ini (Sabtu-Minggu, tanggal 23-24 Mei 2009) di Gelora Bung Karno Senayan. Lebih dari 30.000 orang dengan antusias memadati area Plasa Selatan (plus area parkirnya) yang luasnya mencapai sekitar 2 hektar itu.
Wajar saja para pengunjung begitu semangat. Nama-nama yang hadir (asli dari seluruh nusantara) memang sudah beken di daerahnya. Kalaupun tidak, mereka menggunakan nama yang memang menggugah selera dan bikin orang penasaran. Lihat saja, ada Nasi Campur Ajengan Bali, Bakwan Malang Cak Uban, Gabus Pucung dan Pecak Gurame Bang Misan, Mi Aceh Seulawah-Benhil, Kuetiaw Aciap, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Soto Kaki Sapi Mencos, Rujak Juhi Petojo, Soto Betawi Bang Tata, Ketoprak Gandaria, Sate Pejompongan... Pokoknya sampai bingung deh milihnya.
Waktu saya berkunjung hari Minggu sekitar jam 11, acara yang dimulai jam 9 ini bener-bener lagi hebohnya. Antrean yang lumayan bikin mules terlihat di sebagian besar stan, terutama: Tahu Petis Yudistira, Ketoprak Gandaria, Es Duren Medan dan Sop Buntut Cut Meutia.
Tapi, antrean paling panjang dan hebohnya gak kira-kira justru terjadi di Stan Bango sendiri. Saya juga sempat bingung, kenapa? Ternyata di situ penyelenggara menyediakan gratis Rujak Bango. Padahal, kalau tau kandungan rujak itu, kejadian ini kayanya sulit diterima akal sehat sih. Bagaimana tidak, rujak itu cuma terbuat dari secuil mangga muda, timun, bengkuang plus nanas, dengan bumbu bawang putih, cabe rarit dan (of course) beberapa tetes Kecap Cap Bango (bebeeer, tanpa gula Jawa, kacang tanah dan terasi)..
Bicara soal keberhasilan acara, hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari nama besar Bango (dan Unilever di belakangnya). Mereka sudah belasan kali menggelar acara seperti ini dan sudah merambah pula ke Bandung, dan beberapa kota lain di Jawa. Dengan bekal itu pula mereka berani memasang tema berbunyi "Festival Kelezatan Sepenuh Hati".
Bukan asal ngomong; kesepenuhhatian itu kelihatan banget dari seluruh penampilan fisik acara ini: peserta-peserta berkualitas, tenda parasit yang terbaik, info yang jelas..., sampai ke pengisi acara sekelas KD. Gak ada yang setengah hati, semuanya sepenuh hati.