Untuk menggapai suatu keinginan, seseorang akan mengawalinya dengan membayangkan memiliki apa yang diinginkan lalu diikuti dengan mulai menggambarkan kira-kira bagaimana usaha mewujudkannya. Begitu pula dalam pelaksanaan suatu pekerjaan seperti membuka Resto, perencanaan usaha (Business Plan) merupakan suatu panduan awal yang penting sekaligus berfungsi sebagai tolok ukur dengan pelaksanaan kerja nantinya.
Di dalam sebuah business plan antara lain ada beberapa poin yakni: tinjauan umum dari deskripsi usaha, penanganan atau strategi pemasaran dalam persaingan usaha, profil penanggung jawab yang menjalankan usaha, gambaran situasi industri untuk menentukan tujuan atau target usaha, data detail kesiapan usaha serta tinjauan secara finansial. Business Plan sendiri dibuat untuk mengamankan seluruh asset usaha yang diinvestasikan dengan memberikan gambaran secara detail keseluruhan yang memang layak dijalankan.
Pada poin tinjauan umum dari deskripsi usaha ini dijabarkan mulai dari nama (brand name), lokasi, luas area, jumlah kursi, gambaran interior, business hours, karakter, konsep, target pasar hingga rencana tanggal dimulainya operasional Resto.
Point strategi pemasaran antara lain didasari dari tinjauan atas pesaing (competitor) dan juga teknis detail persiapan pelaksanaan memperkenalkan usaha kepada target konsumen.
Dalam poin profil penanggung jawab usaha digambarkan seberapa jauh kesiapan yang bersangkutan dalam menangani pengelolaan usaha yang ditinjau dari pengalaman pengelolaan usaha termasuk prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
Point gambaran situasi industri menggambarkan kondisi aktual usaha sejenis yang memberikan peluang. Di situ juga dibahas apakah masih terbuka kesempatan untuk mencapai target usaha.
Pada point detail kesiapan usaha dan tinjauan secara finasial dijabarkan kelengkapan hardware & software usaha yang disertai budget dari masing-masing pos baik untuk persiapan modal kerja, cash flow, break event analysis, neraca rugi-laba dan income projection. Begitulah sekelumit tinjauan dari sisi Business Plan yang masih sering dilupakan kegunaannya walaupun jelas-jelas dapat menjadikan kelangsungan usaha lebih pasti dan tidak berdasarkan coba-coba atau yang sering disebut dengan trial & error.
Pada beberapa kasus, ada juga yang telah membuat Business Plan, namun yang dimuat di dalamnya hanya analisa dari poin finansial saja. Celakanya lagi, yang membuatnya itu bukan orang yang berpengalaman atau memiliki latar belakang dalam bidang usaha yang berhubungan sehingga seringkali tinjauannya melenceng jauh dari yang seharusnya.
Begitulah sekelumit tinjauan dari sisi Business Plan yang masih sering dilupakan kegunaannya walaupun jelas-jelas dapat menjadikan kelangsungan usaha lebih pasti dan tidak berdasarkan coba-coba atau yang sering disebut dengan trial & error. Pada beberapa kasus, ada yang telah membuat Business Plan, namun yang dimuat di dalamnya hanya analisa dari poin finansial saja. Celakanya lagi, yang membuatnya bukan orang yang berpengalaman atau memiliki latar belakang dalam bidang usaha yang berhubungan sehingga seringkali tinjauannya melenceng jauh dari yang seharusnya. (BM1/05)
Salam,
Agung Servesmart Indonesia
|