Sepotong posting (= kiriman imel) suatu hari muncul di sebuah milis kuliner. Pengirimnya: Stella Utomo.
Isinya sebenarnya sederhana saja, promosi alias menawarkan produk makanan. Tapi, berhubung yang ditawarkan adalah sosis, yang keluarga saya sukai, tangan saya segera bergerak menggiring mouse mencari data tentang sosis dimaksud.
Dalam 2-3 kali klik, beberapa gambar muncul di layar dan detik itu juga saya merasa makin excited. Sosis yang ditawarkan Stella tampak begitu chubby sekali..., montok, menggemaskan dan sangat mengundang. Warna merahnya yang mulus berbalut minyak terlihat genit; menggoda orang untuk segera melahapnya.
Jari telunjuk saya melakukan lagi beberapa klik. Dalam sekejap, saya pun memperoleh info tentang Stella, si pembuat sosis itu.
Ternyata, dalam urusan kuliner nama Stella sudah cukup kondang. Lebih dari 150 resep masakan (lauk, cake maupun pastry) pernah ia olah maupun modifikasi dan sebagian besar dipublikasikan lewat blog kreasinya sendiri: dapurmami.blogspot.com. Tanpa "itung-itungan" Stella Utomo juga rajin meladeni pertanyaan banyak teman soal resep-resepnya dan pembuatannya. Pokoknya, semua dijamin puas.
Di samping berbaik hati bagi-bagi resep, Stella juga menawarkan berbagai produk makanan jadi. Lewat brosur virtualnya ditambah sebuah blog lain, yaitu 'cikciks.multiply.com' Stella mempromosikan aneka dim-sum, macaroni schotel, mini pizza, pita bread, Peking duck roll dan banyak masakan lainnya. Hasilnya, cukup untuk membuat dapur Stella terus mengepul tanpa bergantung pada suami.
Stella mengaku, sejak kecil dirinya sudah tertarik pada berbagai urusan dapur. "Mungkin nurun juga dari oma," cetus Stella soal keluarga ayahnya yang hobi masak-memasak.
Niat Stella bikin kue baru benar-benar kesampaian awal tahun 2005 (belum terlalu lama ya!?). Gara-garanya juga karena seorang ipar pindah rumah, kesulitan membawa oven dan akhirnya menghibahkan benda tersebut pada Stella. Seandainya tak ada kejadian itu, pasti jalan hidup Stella akan lain ceritanya.
Berbekal oven lulusan FT Trisakti ini makin 'pede', apalagi kerjaan kantoran sebagai konsultan IT sudah dilepasnya. Sebagai ibu, ia pun mantap untuk 'terjun abis' di dunia kuliner.
Sambil mulai ber-baking Stella juga mulai terlibat total dengan berbagai milis dan komunitas kuliner. Stella juga memutuskan ikut dalam beberapa kursus memasak. "Pokoknya aku gak mau tanggung-tanggung," kata ibu 3 anak ini.
Keputusan Stella ternyata tepat. Buktinya, tidak cuma ia cepat mahir memasak macam-macam makanan. Jaringan pertemanannya juga berkembang, namanya mulai dikenal dan ini jelas poin yang sangat positif dalam marketing.
Dalam memasarkan produknya, Stella menerima pesanan melalui telepon maupun imel. Dari rumah yang merangkap 'dapur bisnis' di Cempaka Putih, Stella memastikan armadanya mampu melakukan pengantaran ke seluruh Jabodetabek.
Stella yang kini memiliki 5 anak buah di dapurnya yang sudah semi-modern menyatakan, belakangan ini ia tengah asik mempelajari daging. " Sifat-sifatnya, jenisnya, macam-macam teknik pengolahannya menarik dipelajari," tambahnya.
Pasti, hal itu ada hubungannya dengan giat-giatnya Stella memproduksi dan memasarkan aneka sosis, seperti bratwurst (sosis besar ala Jerman), kielbasa (sosis ala Polandia) dan daging asap, semuanya bebas MSG dan memang ditujukan khusus bagi lidah ..
"Tiap hari rata-rata habis 8 kilo daging," ujar Stella yang berniat segera mematenkan produknya dan lebih serius lagi dengan usaha kulinernya.