Dari begitu banyak pengalaman mencicipi hidangan di luar rumah, kejadian tidak menyenangkan yang paling sering kami alami adalah tidak diturutinya permintaan khusus kami oleh pihak restoran/penjual makanan.
Yang saya maksud dengan permintaan khusus tuh, misalnya beli gado-gado, terus minta gak pedas dan gak pake pare.Atau, kalo pesen nasi goreng terus minta jangan dikasih vetsin; dsb.Special request..., begitu Bahasa Inggrisnya.
Apa pun alesannya, kelalaian pihak pedagang itu jelas bikin kesel; sering kali juga sampe bikin kapok.Bayangin aja: di sebuah tenda seafood kami pasti pesen cah kangkung tanpa lupa bilang "jangan dikasih potongan cabe".
Gak cuma sekali kami menegaskan 'permintaan khusus' itu, tapi minimal 2 kali bahkan ada yang 3 kali.Pernah juga saya sampe ikut ke belakang, buat bisikin kokinya soal permintaan tsb. Tetep aja, berkali-kali kami kecewa lantaran ketika kangkung yang dipesan datang, dari jauh sudah kelihatan irisan-irisan cabe yang merah merangsang melambai di atasnya.
Di Bali, beberapa malam berturut-turut kami menyantap seafood segar di Pantai Jimbaran yang kondang itu.Kami juga pesan kangkung dan 2 kali kami diberi kangkung dengan irisan cabe. Akhirnya, ketika kembali ke sana, pada saat memesan kami bikin perjanjian dulu: "kalo pake cabe, kami gak mau bayar."
Baru deh, dengan perjanjian itu kangkung cah kami terima sesuai permintaan (tanpa cabe, malah juga tanpa kecap).
Yang bikin kekeliruan-kekeliruan itu makin bikin naik darah adalah sikap pelayan.Saat mengantarkan pesanan yang salah itu, kebanyakan dari mereka cuma bengong, cengar-cengir atau celingukan melihat kami kesal atau marah.Jangankan berinisiatif mencari pemecahan.Berkata sepotong pun tidak.
Karena itu kami lumayan terkejut (dalam artian positif loh) ketika bersantap di Ah Tuan Ee's.Ini merupakan resto bernuansakan Melayu (menu Peranakan) yang ada di lantai 4, Pertokoan Pacific Place, Jakarta.Selain menu-menu seperti Nasi Lemak, Mie Goreng Ala Penang, Roti Canai, Nasi Goreng Nyonya dll., interior serta pernak-pernik di tempat ini, seluruhnya memiliki kesan Malaysia.
Mulanya, kami cukup terkesan dengan penampilan Nasi Goreng Vegetarian, Nasi Lemak serta Chicken Ginger yang diantar terlebih dulu.Tapi, ketika kangkung datang, lagi-lagi kami merasa kesal karena makanan tersebut diantar dengan toppingfull cabe hijau.Dengan ketus, suami berujar, "kan tadi mintanya gak pake cabe!"
Saya langsung nebak: pasti kami akan melihat wajah-wajah bengong lagi dan lempar tanggung jawab.Ternyata saya salah.Dengan sigap, pramusaji (yang menurunkan makanan dari nampan), bereaksi.Sambil berkata," ooh maaf pak, bu.Kalo gitu kita ganti aja deh," dia mengembalikan cah kangkung itu ke nampan dan membawanya ke belakang.
Kami terpukau dengan reaksi dan kesigapan orang tersebut.Rasa dongkol yang sempat naik ke dada, perlahan-lahan juga surut.
Sekitar 5 menit kemudian, kangkung kembali diantarkan; potongan cabe gak lagi kelihatan.Dari tampilannya saya tau, mereka tidak memasak kangkung baru.Yang dilakukan cuma membuang satu persatu potongan cabai bedebah itu, lalu mengantarkan kembali cah kangkung kepada kami.
Tapi, buat kami hal itu gak masalah.Yang utama, saat timbul masalah, secara sigap mereka berhasil menunjukkan tanggung jawab mereka hingga kami dapat menerima makanan sesuai yang kami pesan. Dengan layanan seperti itu, orang yang sempat kesal dan nyaris kapok, malah jadi kepingin datang lagi.
Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya