Home | Cerita Makan | Arsip Artikel
 
Serasa Sosis Impor
Cerita Makan | Posted Jun 04, 2009 17:15 PM Reh Franciska

Total Rating page ini : 0/5 Stars
  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5


by
Gambar Lainnya
 

Setelah ngobrol sama Stella Utomo (masih inget dong, beberapa bulan lalu) soal bisnis kulinernya, cukup lama saya menunggu buat bisa mencicipi makanan buatan si ibu ini.  Karena itu saya seneng banget sewaktu suatu hari 'bingkisan' yang dijanjikan itu tiba.

Saya cukup surprais menerimanya.  Kiriman dari si Stella itu cukup besar ukurannya sehingga bikin orang jadi penasaran.  "Dikirimin apa aja nih; masak sosis segede gini," pikir saya. 

Tanda tanya itu terjawab setelah paket tersebut saya buka.  Isinya ternyata bukan cuma sosis.  Selain satu bungkus/pack plastik Sosis Chicken Kielbasa dan juga sebungkus Sosis Sapi campur Ayam, saya mendapat bonus Ayami Asap dan Bebek Asap.  Hmmm, asiik ya...

Malam itu juga saya perlihatkan sosis tersebut pada anak perempuan kami yang penggemar sosis.  Wajahnya langsung berbinar melihat bulatan-bulatan daging panjang di dalam plastik itu dan mulutnya langsung berkata, "mau dong.... ." 

Esok paginya saat dia bangun, saya langsung goreng dua buah sosis Ayam Kielbasa serta dua buah sosis Ayam campur Sapi.  Seperti saya duga, anak saya langsung kembang kempis hidungnya. Saya hanya tersenyum maklum.  Aroma sosis tersebut saat digoreng memang melambai ke segala arah. 

Begitu sosis matang dan tiba di atas meja, dia langsung menyerbu sosis tersebut.  Dengan pisau kecil yang sudah nangkring di piringnya dia membuat sebuah irisan kecil.  Melayanglah sekerat sosis ke mulut mungilnya. 

"Hmmmmh..., uwenak," komentarnya langsung terdengar, sambil tak lupa menengadahkan kepala.

Kalau dia sudah bilang begitu, saya percaya.  Sosis itu pasti memang enak.  Saya tak meragukannya.  Saya perhatikan juga sosis-sosis tersebut dapat dipotong dengan mudah, pertanda kekenyalannya ideal dan terbuat dari daging kualitas baik, tanpa kebanyakan campuran bahan-bahan lain. 

Iseng saya bertanya pada anak saya yang masih seru dengan sosisnya, "enakan yang ayam aja apa ayam campur sapi?"

Dengan yakin dijawabnya, "enakan yang ayam." 

Terus saya tanya lagi, "sama sosisnya Rumah Sosis Bandung lebih enak mana?"

Lagi-lagi jawabannya meluncur cepat.  "Ya enak ini.  Ini rasanya bener-bener kaya sosis dari luar negeri.  Kalo yang Rumah Sosis sih rasanya kaya sosis-sosis biasa yang ada di supermarket." 

Saya ngerti, yang dimaksudnya 'sosis di supermarket' adalah sosis-sosis beraneka merek lokal yang dijual di berbagai supermarket, bahkan hingga ke mini-market macam Alfa Mart dan Indomaret.  Sementara, sosis 'luar negeri' yang dia maksud pasti tak jauh dari merek Unox (wurst buatan Belanda) yang sering disantapnya.

Kepingin tahu, saya ikutan mencuil kedua jenis sosis tersebut.  Ternyata memang benar, ketika digigit lalu dikunyah, sosis-sosis itu tidak keras, tidak pula terlalu empuk.  Mempur, begitu wong Jowo bilang. Rasanya juga bikin lidah berkejap-kejap lalu berkata, "lagi..., lagi... ." 

Satu yang saya sayangkan adalah lapisan tipis (semacam kulit ari) yang membalut sosis-sosis tersebut.  Pada kebanyakan sosis, lapisan tersebut langsung menghilang (tidak terlihat lagi) begitu sosis digoreng.  Hal tersebut tidak terjadi pada yang ini.  Lapisan tersebut masih terlihat melambai-lambai, bahkan setelah sosis matang digoreng.  Buat saya jadinya agak mengganggu pemandangan.

Untuk menikmati ayam dan bebek asapnya saya berkonsultasi dulu dengan si pembuat, Stella Utomo.  Sesuai petunjuknya, daging-daging yang sudah siap makan itu (statusnya emang “mateng”) ideal dicampur dengan berbagai hidangan yang ‘membutuhkan’ daging.  Karena itu saya coba campurkan potongan-potongan daging ayam serta bebek asap itu ke nasi goreng, mi instan, sop sayuran, capcay kuah, tumis buncis/pakcoy dan semacamnya, ternyata emang oke tuh. 

Yang membuat saya kagum, daging-daging tersebut awet di lemari es (bukan di freezer, tapi cukup di rak daging) sampai lebih dari 5 minggu.  Padahal, gak ada kandungan pengawetnya loh, cuma digarami 10 hari terus diasapi 4 hari.       


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
  • Bulan Meriah di Aryaduta Karawaci
    Setelah sukses dengan gempita acara di akhir tahun lalu, bulan Maret ini serta bulan April yang akan datang, Hotel Aryaduta

  • Rumahan Lengkap
    Kalau udah di kawasan Mangga Dua, Jakarta, setiap orang pasti punya tempat makan favorit sendiri-sendiri.  Ada yang

  • Cap Go Meh Tanpa Lontong
    Sehabis Imlek dan jelang perayaan Cap Go Meh sebenernya saya udah rencana buat ngicipin Lontong Cap Go Meh

  • Jia yang Bikin Menyesal
    Sejak Sumarecon Mal Serpong (SMS) di Perumahan Gading Serpong beroperasi, pada lantai dasar mal ini, tepat di

Untitled Document
Forum
enaknya makan apa sih kalo lagi jalan2 di bogor?
Tahapan I Set–Up Resto: Feasibility study/Business Plan
Kamu Siapa? Suka Makan Apa?
How To Be A Good Vegetarian?
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |