Pertama kali saya mengenal restoran ini mungkin sekitar 10 tahun lalu.Tempatnya di Cilandak Town Square-Jakarta.Mungkin di sinilah pertama kalinya resto ini mengibarkan benderanya.
Nama resto yang saya maksud adalah Chopstix...
Waktu itu saya gak tertarik buat mampir.Begitu juga waktu ketemu dengan resto ini pada waktu-waktu berikutnya.Mungkin penampilan luar Chopstix emang kalah berkilau ya dari tempat lainnya.
Tapi, tahun lalu akhirnya saya mampir juga ke tempat ini.Yang saya datengin adalah cabang yang di Grand .Meskipun, terus terang lagi nih, saya mampir juga karena restoran lain pada penuuuh semua.
Setelah menghampiri kasir dan memesan di situ, saya baru tahu, pilihan menunya yang bergaya fusion Chinese Food (plus peranakan) ini ternyata cukup variatif dan mengundang.Ada makanan yang dikasih nama: Nasi Goreng Yangchow.Lantas ada Kuey Teow Pattaya, Mie Hong Kong dan juga Laksa Singapur.
Pada kedatangan pertama ini kami memesan menu sederhana, yaitu Chicken ala Hong Kong, ditambah Beehun Goreng Chopstix dan Kailan w/ Garlic n Oyster Sauce.Tampilan semua makanan ini seru abiiis.Warnanya mayoritas coklat keemasan dengan aksen hijau dan merah di sana-sini (dari daun ketumbar dan cabe merah).
Rasanya tentu saja segar dan guriih.Padahal, ada yang bilang mereka gak pakai MSG loh.Jadi rasa masakannya gak terlalu medok dan aftertaste-nya gak bikin orang kehausan.
Gara-gara terkesan dengan kunjungan pertama ini, beberapa bulan berikutnya, waktu jalan-jalan ke Grand Indonesia lagi, kami langsung menuju tempat ini.Pesanan sedikit kami ganti dengan hadirnya Nasi + Kung Pao Chicken, Suikiaw Soup, lalu ada Mapo Tofu.
Lagi-lagi kami meninggalkan restoran ini dengan lidah puas.Karena itu, waktu minggu lalu ke PIM 1, anak kami juga langsung mengajak makan di sini.Zonder banyak tanya dia menelusuri sendiri buku menu yang berbentuk lembaran lebar seperti table mat.
Pertama anak saya pesan (lagi) kailan cah bawang putih dengan saus tiram.Tapi dengan cepat Si Mbak yang melayani menjawab, "wah, itu udah gak ada lagi."
Karena memang suka sayuran, anak saya langsung menunjuk Garlic Pocai sebagai alternatif.Ternyata jawaban Si Mbak tetap sama, "ehm, yang itu juga gak ada."
Akhirnya kami memilih Buncis Cah.Sebagai pendampingnya kami order Fried Tofu Garlic, Pangsit Goreng (= Fried Wonton Chopstix) serta Lumpia ala Chopstix.
Buncisnya datang paling dulu.Penampilannya persis seperti dugaan saya.Buncis yang dipotong panjang dioseng terus di-mix dengan daging sapi cincang.Sebagai pemercantik hadir cacahan cabe merah (kulitnya doang).
Rasanya saya akui jempolan sampai ke tetes penghabisan.Kami sepakat buncisnya Chopstix ini bisa bersaing dengan buncis favorit kami di Restoran Red Bean.
Yang gak kalah jempolan adalah Fried Tofunya.Tahu putih kecil berjumlah 4 buah digoreng separuh matang terus dimasak lagi dengan bumbu kemerahan yang agak kental dengan maizena dan tentu saja full dengan cincangan bawang putih.Rasanya yang sedikit manis dan juga ditaburi cabe merah cincang, sukses bikin kami ketagihan.
Pangsit gorengnya juga tergolong oke.Sementara, Lumpia Chopstix (yang berisi seafood) dengan bumbu kemerahan tak mau ketinggalan, ikut membuat makan siang kami berkesan.
Pendeknya, kami kembali puas dengan Chopstix meskipun untuk 4 menu (3 orang) kami harus merogoh lebih dari Rp 250.000.
Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya