Home | Makan Sehat | Arsip Artikel
 
Minum Jamu, Yuuuk!
Makan Sehat | Posted Apr 08, 2008 00:19 AM Arletta Danisworo

Total Rating page ini : 0/5 Stars.
  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5


Minum Jamu by corbis image
Gambar Lainnya
Minum Jamu
 
Rekomendasi
Untuk 1 cangkir jamu kunyit asam gunakan:

1 sdt bubuk kunyit murni
1 sdt bubuk belimbing wuluh atau 3 buah belimbing buluh dihaluskan
Madu atau gula (sesuai selera)
Seduh dengan air panas seperti menyiapkan teh.

Anjuran minum: 1 gelas perhari, seminggu sebelum haid sampai dengan 1 minggu setelah haid selesai.
Setiap Rabu pagi jam 6.30, pasti terdengar bunyi deru motor disertai suara klakson “Didid!”. Disusul suara seorang perempuan berlogat Jawa yang khas, “Mbak jamune, Mbak!”. Itulah si Mbok Jamu langganan pembantu saya yang setiap Rabu mengantarkan kunyit asam. ‘Bakul Jamu’ sekarang berbeda dengan dahulu. Sekarang mereka tidak lagi berkebaya dan menggendong botol-botol jamunya, tetapi mengenakan celana dan atasan, serta mengendarai motor. Namun jamunya tetap dibuat secara tradisional.

Sewaktu masih gadis, Ibu secara rutin memberi saya minuman kunyit asam. Seperti tradisi wanita keraton, Ibu selalu bilang, “Ayo minum! Itu bagus untuk kesehatan kulit.” Dulunya saya tidak mengerti, tapi setelah mendalami berbagai bahan makanan, ternyata apa yang dikatakan Ibu benar adanya.

Dari beberapa referensi, kunyit atau ‘turmeric’ atau curcuma longa mengandung senyawa kurkuminoid. Penelitian membuktikan senyawa ini mampu melindungi sel-sel, jaringan dan organ tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dengan cara menetralisasi radikal bebas dan mencegah pembentukan radikal baru. Antioksidan dalam kunyit juga sangat baik untuk kesehatan kulit. Pada saat haid, kunyit asam selalu menjadi andalan. Karena selain mengandung anti jamur dan bakteri, ia juga menjaga kebersihan organ intim wanita. Selain itu kunyit asam juga berfungsi mengurangi pembengkakan serta penggumpalan darah.

Saya juga masih rajin mengonsumsi kunyit asam hingga saat ini, walau dengan versi yang berbeda. Saya mengolahnya dengan cara yang lebih modern dan lebih praktis. Tak ada lagi ritual memarut kunyit dan merebus dengan asam, gula serta air. Cukup diseduh saja dan asamnya diganti dengan belimbing wuluh. Belimbing wuluh mengandung ‘beta-charotine’ dan vitamin C yang tinggi serta berfungsi mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Lebih praktis dan tetap sehat kan? (MS1/04)


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
  • Buah Hati Datang Berkat Madu Eksklusif
    Malam di penghujung Januari 2007 itu beribu rasa berkecamuk di hati Tri Ernita. Tanda positif warna merah muncul di atas alat

  • Segudang Gizi Susu Kambing
    Susu kambing mempunyai kandungan gizi lengkap dan baik untuk kesehatan. Makanya, susu yang sedikit manis itu menjadi pilihan

  • Lingzhi Sikat Asam Urat
    Berbagai penyakit maut seperti tumor ganas menggempur tubuh renta Siti Fatimah Syaneth. Pada usia yang tak lagi muda, 70

  • Teripang Kikis Sisik Ular
    Stres dan sakit kepala yang mengawali hari-hari Marlita Sari sejak penceraian membawanya pada penderitaan baru. Bercak-bercak

Untitled Document
Forum
Makanan khas Nusantara
Tahapan I Set–Up Resto: Feasibility study/Business Plan
Kamu Siapa? Suka Makan Apa?
How To Be A Good Vegetarian?
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |