| |
Sate Kuda: Kunyah terus, terus, dan teruuus!
Makan Unik | Posted Aug 26, 2007 23:33 PM Reh Franciska
Total Rating page ini : 0/5 Stars.
- Currently 0/5 Stars..
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
|
by Reh |
|
|
| |
Saya paham dan mafhum kalau orang suka daging kelinci, ular, atau rusa. Itu karena semua bisa dibilang empuk. Tapi daging kuda? Melihat posturnya saja di benak saya langsung terbayang rasanya pasti ‘sekuat’ tenaganya alias ‘liat bin a lot’ alias susah dikunyah. Dan saya menemukan kebenarannya di suatu rumah makan bernama “Sate Kuda 99” di bilangan Radio Dalam, Kebayoran Baru.
Menu yang ditawarkan cuma ada 4 macam (di luar nasi putih) yakni: Sate Kuda, Sup Iga Kuda, Sate Kambing, dan Sate Ayam. Saya dan suami memesan 10 tusuk sate kuda. Selama sate dibakar, saya mengendus-endus udara berharap mencium harumnya sate seperti saat kita memesan sate ayam. Tapi kok nggak kecium bau apa-apa, ya? Cuma bau asap doang!
Sambil menunggu sate matang, saya ngobrol dengan pelayannya. Menurut si Mas ini, saya lupa menanyakan namanya, kuda tidak dipotong di sini melainkan di Sumbawa. Prosesnya pun rumit. Sebelum kuda dipotong, sampel darahnya terlebih dahulu harus dikirim ke Departemen Pertanian (dekat kebun binatang Ragunan). Dokter hewan yang berwenang di sana akan memeriksa apakah sampel darah itu bagus atau tidak. Kalau bagus, artinya kuda boleh dipotong. Potongan daging kuda lalu diterbangkan ke Jakarta, sehari sampai.
Di restoran ini, usia kuda yang dipotong tidak boleh lebih dari 1 tahun karena kalau sudah lewat usia tersebut daging biasanya keras. Menurut si pelayan, ada beberapa tempat makan yang menyiasati daging kuda yang keras agar lebih empuk yakni dengan cara direndam di dalam vodka.
Pemilik restoran "Sate Kuda 99" ini adalah orang Cina Sumbawa, domisilinya di Sumbawa. Di sanalah ia mendirikan restoran sate kuda pertamanya. Dalam sehari restoran di Sumbawa tersebut menghabiskan minimal 30 kg daging kuda. Restoran yang di Radio Dalam ini baru buka sekitar 2 bulan lalu. Pelanggannya banyak dari kalangan Pondok Indah.
Tak lama berbincang-bincang dengan si pelayan yang ramah tersebut, datanglah pesanan kami. Sepuluh tusuk daging sate kuda tampak hitam, tapi bukan karena gosong atau hangus. Bumbunya berupa kecap, bawang goreng, potongan tomat merah dan cabe rawit, serta bawang merah.
Saya memperhatikan suami mengambil 1 tusuk sate, menggigit dagingnya, lalu 'menariknya' ... tapi si daging tersebut nggak bergeming dari tempatnya. Jadilah suami 'berantem' dengan daging sate kuda. "Buset deh, dagingnya kayak lengket satu sama lain. Nggak mau lepas". Mau nggak mau saya jadi ketawa geli ngeliat usaha ekstra suami melepas daging kuda dari tusuknya. Itu baru usaha awal. Selanjutnya, untuk mengunyahnya pun kudu mengerahkan tenaga ekstra pula. "Keras," katanya tanpa ekspresi.
Saya penasaran, lalu nyobain 1 tusuk. Rasanya, seperti mengunyah bola bekel di dalam mulut. Baru 3 kali mengunyah, saya nyerah. Buat saya rasanya biasa. Sementara usaha untuk mengunyah daging kuda tersebut sama sekali tidak sepadan dengan rasanya. Daging kuda yang usianya kurang dari 1 tahun saja sekeras ini. Gimana yang usianya di atas 1 tahun ya? Iseng saya tanya pelayan, daging sate kuda itu dari bagian tubuh yang mana. “Paha,” jawabnya singkat.
Untuk 10 tusuk sate kuda kami kudu membayar Rp30.000. Sup Iga Kuda dibanderol Rp35.000 per porsi. Sedangkan sate kambing 10 tusuk Rp13.000 dan sate ayam Rp10.000. Di sini juga menjual susu kuda. Harganya Rp35.000 untuk sekitar 200 ml.
JIka Anda punya penyakit asma, kolesterol tinggi, atau TBC mungkin bisa mencoba sate daging kuda ini. Katanya daging kuda baik untuk penderita penyakit tersebut. Saya harap Anda juga punya gigi sekuat gigi kuda untuk bisa menyantapnya ya!
Selamat mencoba!
Artikel ini bisa anda dengarkan juga di Radio Otomotion 97.5 FM - Jakarta
|
 |
| |
|
Total Rating ( votes)
|
- Currently 03/5 Stars.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
|
| |
|
|
|
| |
- Ular Goreng
Waktu itu sore hari. Anak saya Janice, 11 th, tiba-tiba nelpon dari rumah. "Mama aku tadi makan ular", suaranya ringan
- Doggy Bumbu Pedas
Ini cerita salah satu rekan kerja saya, James Pardunguan Butar-Butar. Waktu itu James masih SMP. Salah satu teman setia nya
- Burung Merpati Bapak Kos
Yang namanya anak kos, pasti pernah mengalami kiriman uang belum datang padahal duit makin menipis. Kalau sudah begitu,
- Gurita Pembawa Maut
Di salah satu episode film seri CSI (Crime Scene Investigation) New York yang ditayangkan di tv kabel, ada suatu kisah
|
|
|