Home | Makan Unik | Arsip Artikel
 
Pate Plasenta, Mau Coba?
Makan Unik | Posted Jul 15, 2008 02:47 AM dauz

Total Rating page ini : 0/5 Stars.
  • Currently 0/5 Stars..
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5


Placentae by web image
Gambar Lainnya
Placentae
 

Peristiwa ini terjadi waktu saya tinggal di London. Putri kami telah berusia 2 tahun,
dan saat itu istri saya baru melahirkan putra pertama kami di sebuah rumah perawatan dekat flat kami. Begitu putra kami lahir ke dunia, saya katakan pada si dokter bahwa saya ingin membawa pulang plasenta istri saya.

Plasenta adalah organ tubuh yang melekat pada rahim dan berfungsi menyalurkan
makanan bagi si janin. Plasenta ini akan keluar seiring dengan lahirnya si bayi.
Di negara-negara berkembang plasenta biasanya dibuang atau ditanam.
Namun di beberapa negara – termasuk di flat kami di London – plasenta kami anggap
sebagai bahan makanan. Sayang rasanya kalau dibuang. Lagipula, inilah organ yang
telah memberi makan janin bayi kami dan meskipun kini si bayi tidak lagi membu-
tuhkannya, plasenta ini tetap kaya akan kandungan protein, vitamin, dan mineral.

Istri saya diperbolehkan pulang keesokan harinya, dan saya merencanakan untuk
memasak plasenta tersebut serta mengolahnya sebagai pate untuk disajikan ke para
tamu yang datang. Waktu saya tanyakan ke dokter, beliau sih oke-oke saja walaupun
raut wajahnya tampak bingung. Mungkin beliau teringat Hannibal Lecter ☺
Menurutnya, tidak ada masalah sepanjang plasenta tersebut dibekukan di dalam kulkas dan dimakan pada waktunya. ”Rasanya akan mirip seperti hati”, kata si dokter.

Yang jadi masalah adalah, bagaimana cara membawanya pulang. Tidak seperti restoran, klinik-klinik medis di sini tidak memiliki wadah styrofoam. Akhirnya saya menggunakan kantung plastik besar yang biasanya digunakan untuk wadah sampah. Sambil berjalan pulang (pukul empat pagi!) dengan kantung tersebut di pundak, saya sempat kepikiran bagaimana jika seorang polisi menyetop saya dan menanyakan apa isi kantung tersebut.

Untunglah hal itu tidak terjadi, dan keesokan harinya saya menumis plasenta
tersebut dengan mentega dan bawang, lalu memotongnya kecil-kecil serta memasuk-
kannya ke dalam blender sampai berwarna kecoklatan.

Ups, saya lupa menyisihkan urat-urat darah halus yang menempel di plasenta sehingga sejumlah tulang muda/rawan ikut termasak. Makanan tersebut saya sajikan dingin, dengan cracker gandum & potongan bawang merah sebagai garnish. Diluar dugaan saya, ternyata beberapa tamu kami mau mencobanya! (MU1/07)

(disarikan dari: Extreme Cuisine, The Weird & Wonderful Foods that People Eat).


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
  • Ular Goreng
    Waktu itu sore hari. Anak saya Janice, 11 th, tiba-tiba nelpon dari rumah. "Mama aku tadi makan ular", suaranya ringan

  • Doggy Bumbu Pedas
    Ini cerita salah satu rekan kerja saya, James Pardunguan Butar-Butar. Waktu itu James masih SMP. Salah satu teman setia nya

  • Burung Merpati Bapak Kos
    Yang namanya anak kos, pasti pernah mengalami kiriman uang belum datang padahal duit makin menipis. Kalau sudah begitu,

  • Gurita Pembawa Maut
    Di salah satu episode film seri CSI (Crime Scene Investigation) New York yang ditayangkan di tv kabel, ada suatu kisah

Untitled Document
Forum
Makanan khas Nusantara
Tahapan I Set–Up Resto: Feasibility study/Business Plan
Kamu Siapa? Suka Makan Apa?
How To Be A Good Vegetarian?
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |