Mungkin udah ada yang pernah denger atau baca. Mungkin malah ada juga yang diundang dan bakal ikutan acara ini. Yang jelas, saya baru sekali ini dapet undangannya dan surprais juga ngebacanya. Unik dan mengejutkan.
Underground Secret Dining (USD), begitu judul imelnya. (saya yakin mestinya ide ini bisa lebih "menggelegar" kalau ditampilkan dalam poster, iklan cetak, apalagi iklan TV/bioskop).
Yang ditawarkan si pengirim undangan tentu bukan sebuah acara makan malam di terowongan bawah tanah atau di stasiun subway (lagian, mana ada di negri kita tempat kaya gitu). USD adalah sebuah acara makan-makan 'rahasia'.
Kerahasiaan itu terlihat dari tidak dicantumkannya dengan jelas tempat acara berlangsung pada undangan tersebut. Jenis masakan yang bakal disajikan juga tidak diberitahu. So pasti pula, kita tidak bisa mengetahui siapa saja orang-orang yang akan kita jumpai di acara itu (katanya sih jumlah peserta dibatasi 30 orang).
Yang dikasih tau ke orang-orang yang diundang cuma begini: lokasi acara makan akan dikasih tau 24 jam sebelum acara berlangsung (lewat imel atau SMS). Sekadar tau aja: lokasinya kurang lebih 10 km dari Istana Negara. Pihak pengundang menjamin bahwa tempat itu mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Parkir, katanya, juga gampang.
Yang udah langsung diconfirm dalam undangan cuma tanggalnya (yaitu hari libur, Kamis 21 Mei 2009) jam 10-15; serta HTM (harga tanda masuk) sebesar Rp 148.000.
Dengan uang sejumlah itu, minimal yang akan disajikan adalah: 2 jenis makanan pembuka, 3 macam menu utama serta 2 hidangan penutup.
Menurut orang yang mengundang, USD ini sudah dikenal di banyak negara. "USD adalah sebuah event inovatif bagi para pecinta dan penggila dunia kuliner," begitu katanya. Dengan bangga mereka juga mengatakan bahwa acara ini sudah beberapa kali diadakan secara sukses di Sao Paulo dan Rio de Janeiro (Brazil), San Francisco, Chicago, London, Hong Kong dan Sydney.
Lebih jauh, soal ide USD, dijelaskan bahwa acara makan tidak mesti berlangsung di restoran. Penyelenggara bisa saja memilih tempat sebuah rumah biasa, taman terbuka, bangunan umum macam stasiun kereta atau terminal bis atau permukiman penduduk. "Diadakan di kuburan juga mungkin koq," bunyi kalimat dalam undangan tersebut.
Terus, yang masak dan menyediakan semuanya juga tidak harus koki terkenal atau jurumasak kawakan; juga bukan orang dari perusahaan katering atau kru restoran.
Biarpun lokasi USD pertama ini masih dirahasiakan, tapi penyelenggara menjamin tempatnya asik dan nyaman. Hidangannya sendiri bakal diolah oleh seorang ibu rumah tangga yang kualitas masakannya sudah diakui.
Sebagai bonus, sebelum masuk ke tempat acara dan mulai bersantap para peserta USD akan dibawa keliling (semacam tur) buat menikmati beberapa jajanan yang ada di sekitar.
Saya denger-denger sih, acara makan USD ini memang semakin marak di luar negeri (biasa lah, orang selalu kepingin cari sesuatu yang baru dan menantang). Gara-gara itu juga klub secret dining makin banyak aja di sana.
Tapi, kalo bicara soal USD di Jakarta koq saya rada skeptis ya. Abis gimana, kondisi kota bikin orang susah mengatur janji buat ketemuan. Apalagi kalo mau dibikin kucing-kucingan semacem Amazing Race gitu...