Home | Makan Unik | Arsip Artikel
 
Tiga Serangkai
Makan Unik | Posted Nov 10, 2009 09:36 AM Reh Franciska

Total Rating page ini : 0/5 Stars.
  • Currently 0/5 Stars..
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5


by
Gambar Lainnya
 

Saat berkunjung pertama kalinya ke sebuah rumah makan, kebanyakan orang pasti gak sabaran kepingin cepat-cepat merasakan makanannya.  Rata-rata orang pasti juga excited, membayangkan seperti apa bentuk makanan pesanannya; gimana aromanya; enak mana dibanding makanan anu dan anu...  Pokoknya gak sabaran deh.

 

Kebanyakan orang pasti juga mengharapkan restoran yang didatangi memberikan servis yang cepat.  Semakin cepat makanan datang, semakin senang mereka.  Makanya, banyak orang, waktu pesan makanan/minuman di restoran gak lupa bilang, "gak pake lama ya mas/mbak."

 

Tapi, yang saya alami siang itu berbeda.  Meskipun baru pertama kalinya masuk ke restoran itu, saya gak penasaran kepingin melihat (apalagi nyicipin) menu yang saya pesan.  Malah, saya juga gak kepingin pesanan itu datang dengan cepat.  Saya lebih senang kalau pesanan saya lamaaa datangnya.

 

Yang melingkupi hati saya siang itu justru perasaan tegang; tegang dan berdebar menunggu pelayan datang mengantarkan pesanan.  Dalam hati malah terbersit sekilas rasa menyesal, "ngapain sih masuk ke tempat kaya gini?  Kan banyak tempat yang lebih oke!?"

 

Saya makin sebal karena yang terjadi justru sebaliknya.  Pesanan saya bukannya lama datangnya tapi justru sangat cepat.  Belum 5 menit sudah datang.  Padahal, menu yang saya pesan itu termasuk sulit loh membuatnya.

 

Saya makin berdebar melihat pelayan wanita (yang menerima pesanan saya) mendekat.  Di hadapannya, dibawa dengan kedua tangannya, tampak sebuah nampan kayu.  Ukurannya kecil saja, mungkin hanya separuh kertas A4.

 

Semakin dekat wanita itu, perasaan saya semakin gak karuan.  Kalau mau jujur, sebenernya ada rasa ngeri juga.  Tapi, tentu saja saya berusaha supaya perasaan tersebut gak kelihatan.

 

Sewaktu pelayan itu meletakkan nampan di meja, saya coba sebisanya supaya kelihatan cuek.  Padahal, diam-diam mata saya melihat ke atas nampan; memperhatikan apa yang teronggok di sana.

 

Dengan cepat saya tahu; di atas baki itu hanya ada 4 benda.  Sebuah gelas bening berisi air putih; sebuah mangkuk kecil yang gak kelihatan isinya; sebuah gunting kecil dan sebuah piring kecil berisi tiga buah benda seperti balon kecil (hanya seukuran kuku kelingking), warnanya putih agak kebiruan.  Sepertinya ada semacam cairan di dalam ketiga benda tersebut.

 

Sebelah tangan wanita itu kemudian mengambil gunting.  Dengan gerakan yang terlatih diguntingnya satu persatu ujung "balon-balon" kecil tadi lalu cairan yang ada di dalamnya dituang ke dalam mangkuk kecil (yang ternyata berisi arak Cina).

 

Dengan sendok kecil yang sudah disiapkan, tangan wanita itu mengaduk isi mangkuk tersebut dan..., selesailah tugasnya.  Pesanan saya siap dinikmati.

 

"Silakan diminum," katanya sambil mendorong mangkuk tersebut ke dekat saya.

 

Saya merasakan angin dingin bertiup di tengkuk saya.  Tapi, saya gak mau berlama-lama.  Saya pikir, cepat atau lambat saya toh harus menghabiskan menu yang saya pesan dengan harga lumayan itu.

 

Dengan cepat saya angkat mangkuk kecil itu ke dekat mulut saya dan "gleek....".  Dengan sekali tenggak menu Tiga Serangkai yang terdiri atas darah dan empedu Ular Kobra Hitam, Ular Tanah dan Ular Kali Mangsa masuk ke tenggorokan saya.  Gak ada rasa atau bau yang aneh.  Yang terasa cuma arak belaka.

 

Tiga Serangkai merupakan menu andalan di Istana Raja Kobra, baik di pusatnya di Mangga Besar, maupun cabang di Kapten Tendean dan Matraman Raya. Tiga Serangkai ini dihargai Rp 150.000.  Ada juga menu yang menggabungkan empedu Kobra Hitam dengan Ular Tanah dan Ular Hijau (Rp 170.000) dan kombinasi Kobra Hitam dengan Ular Tanah serta Phiton (Rp 250.000).

 

Tapi, yang paling mantap tentu saja darah dan empedu King Kobra; harganya antara Rp 800.000 sampai Rp 2,5 juta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
  • Ular Goreng
    Waktu itu sore hari. Anak saya Janice, 11 th, tiba-tiba nelpon dari rumah. "Mama aku tadi makan ular", suaranya ringan

  • Doggy Bumbu Pedas
    Ini cerita salah satu rekan kerja saya, James Pardunguan Butar-Butar. Waktu itu James masih SMP. Salah satu teman setia nya

  • Burung Merpati Bapak Kos
    Yang namanya anak kos, pasti pernah mengalami kiriman uang belum datang padahal duit makin menipis. Kalau sudah begitu,

  • Gurita Pembawa Maut
    Di salah satu episode film seri CSI (Crime Scene Investigation) New York yang ditayangkan di tv kabel, ada suatu kisah

Untitled Document
Forum
Makanan khas Nusantara
Tahapan I Set–Up Resto: Feasibility study/Business Plan
Kamu Siapa? Suka Makan Apa?
How To Be A Good Vegetarian?
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |