Home | Topik Makan | Arsip Artikel
 
Wisata Kuliner Bogor : A Diary
Topik Makan | Posted Jun 26, 2007 15:52 PM Okky Diane Palma

Total Rating page ini : 0/5 Stars.
  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

 
Jakarta kotaku indah dan megah
disitulah aku dilahirkan
rumahku di salah satu gang
namanya gang kelinci
entah apa sampai namanya kelinci
mungkin dulu kerajaan kelinci
karena manusia bertambah banyak
kasihan kelinci terdesak
-Gang Kelinci

Lilis Suryani menyanyikan lagu tersebut dan populer sebelum tahun 1970. Puluhan tahun lalu ketika Jakarta belum lagi seperti sekarang tapi sudah digambarkan betapa ramai dan sesaknya. Kondisi seperti ini yang kemudian mendorong beberapa daerah di sekitar Jakarta berkembang menjadi daerah penyangga.

Jakarta berusaha sekuat mungkin untuk tidak menjadi ‘cendol’. Salah satu kota yang memungkinkan hal tersebut tidak terjadi adalah Bogor, sebuah kota yang terletak 54 km sebelah selatan Jakarta. Bogor terkenal dengan julukan Kota Hujan karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Dalam sejarahnya yang panjang, keberadaan kota Bogor dibuktikan dalam Prasasti Batu Tulis. Nama-nama seperti Lawanggintung, Lawang Saketeng, Jerokuta, Baranangsiang, dan Leuwi Sipatahunan diyakini sebagai pertanda bahwa Bogor, tadinya merupakan ibukota Kerajaan Pajajaran bernama Pakuan.

Pakuan sebagai pusat Pemerintahan Pajajaran terkenal pada pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baginda Maharaja) yang penobatannya tepat pada tanggal 3 Juni 1482, selanjutnya hari tersebut dijadikan hari jadi Bogor. Bogor telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Disinilah berbagai lembaga dan balai-balai penelitian pertanian nasional berdiri. Institut Pertanian Bogor yang telah ada sejak awal abad ke-20 telah ikut membawa harum nama Bogor hingga mancanegara.

Selain itu, terdapat pula berbagai obyek wisata yang terkenal, diantaranya Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Museum Zoologi, dan masih banyak lagi. Sekarang ini, perkembangan kota Bogor sangat pesat. Pemerintah daerah tidak berhenti hanya dengan menawarkan obyek wisata dari sisi sejarah, tapi aktivitas kunjungan wisata ke Kota Bogor juga tercermin dari keramaian di pusat-pusat perdagangan makanan, jajanan dan buah-buahan serta factory outlet pakaian dan tas seperti di jalan Suryakencana, Siliwangi, Pajajaran, dan Tajur terutama pada Hari Sabtu, Minggu dan hari-hari libur. Seperti yang temanmakan.com lakukan bersama beberapa teman untuk mencari sebuah suasana yang berbeda dari asap knalpot kota Jakarta tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Kenapa tidak perlu mengeluarkan biaya besar? Sebab jarak Jakarta-Bogor yang relatif dekat berarti akan memakan biaya yang relatif murah pula. Sarana angkutan umum yang bisa digunakan antara lain, bus atau kereta api. Sedangkan jika membawa kendaraan pribadi cukup bermodalkan bensin dan beberapa lembar ribuan untuk membayar tol. Jika ada sebuah dunia fantasi tentang makanan, maka Bogor pasti akan menjadi salah satu cluster bermain di dalamnya. Banyak sekali makanan yang ditawarkan dari tahun ke tahun. Meminjam jargon sebuah iklan, inovasi tiada henti! Kreativitas warga Bogor patut diacungi jempol, selain makanan yang enak mereka pandai pula menciptakan tempat yang nyaman dengan keunikannya masing-masing. Ketika tradisional bercampur dengan modern atau  modern yang tetap menggandeng tradisional, manapun bisa menjadi sesuatu yang sangat menarik.

Bagi pemain lama yang sering atau bahkan tinggal di Bogor namun beraktivitas di Jakarta, nama seperti Asinan Bogor, Soto Mie Bogor, Roti Unyil Venus, Martabak Air Mancur, dan Laksa akan tetap berada pada daftar teratas urutan makanan yang jangan sampai terlewatkan. Beberapa diantaranya sudah temanmakan.com sambangi ditambah beberapa tempat makanan baru yang juga sayang dilewatkan.

Masuk ke kota Bogor, temanmakan.com langsung belok kanan menuju Macaronie Panggang di jl. Salak no. 24. Dari jalanannya, kami teryakinkan bahwa memang sudah berada di Bogor. Angkot warna-warni yang merajai pasti sudah dimaklumi. Seorang kawan yang tinggal di Bogor pernah berkata bahwa ia setengah mati tak akan keluar rumah pada akhir pekan. Menurutnya, angkot saja sudah membuat senewen, ditambah pula mobil-mobil pribadi berpelat B. Ketika itu, hanya cengiran yang berhasil dikeluarkan untuk merespon...Hehe...

Memasuki area perumahan dimana Macaronie Panggang berada, hampir saja kami terlewat saking PD-nya menginjak gas. Sudah lama juga tidak mampir ke salah satu tempat makan yang membuat Bogor terkenal ini, ternyata suasananya makin ramai sebab ada sebuah restoran steak baru yang memakai lantai atas bangunan. Setelah mencicipi macaronie panggang, kami bergerak kembali menuju DBC & Spageti yang jaraknya hanya beberapa ratus meter. Sebelumnya, kami sudah beberapa kali melihat plang DBC tetapi tidak ngeh bahwa itu salah satu tempat makan yang akan dikunjungi, sebab kami tahunya dengan nama yang berbeda. Namun karena satu dan lain hal, tempat makan ini memodifikasi nama yang mereka usung.

Dari DBC & Spageti, kami bingung menentukan arah perjalanan. Mau ke Pia Apple Pie tapi perut rasanya tidak sanggup karena baru saja menghabiskan menu yang manis, rasanya kalau manis lagi nanti dulu. Dan Mid East menjadi pemberhentian selanjutnya. Tidak jauh dari DBC & Spageti, hanya beberapa ratus meter pula. Mid East menyajikan menu-menu Timur Tengah dengan suasana Timur Tengah pula. Beberapa bale-bale bersebelahan dan berhadapan menjadi tempat yang sangat nyaman untuk berkumpul. Apalagi bale-bale ini dikelilingi oleh tirai putih. Dijamin secara penglihatan privasi akan terlindungi, tapi tidak demikian dengan pembicaraan karena akan terdengar jelas dalam satu ruangan meski sudah ditutupi oleh lagu yang terus berputar. Di sini kami cukup lama mengistirahatkan diri, mengingat tempatnya yang nyaman.

Hari beranjak sore dan kami pun melanjutkan perjalanan, yaitu Martabak Air Mancur. Ramai sekali yang memesan, asyiknya proses pembuatan bisa dilihat langsung sehingga kualitas kebersihan tetap terjaga. Ketika memutar di air mancur menuju ke tempat jual martabak, ada kaki kaki lima yang menarik perhatian. Kaki lima tersebut menjual Baso Kotak! Wahhh...seperti apa lagi iniiii...jelas di Jakarta temanmakan.com belum menemukan yang sama. Baso dengan ukuran yang aneh-aneh pasti sudah banyak, tapi kalau justru bentuknya yang aneh apakah namanya tetap baso? Kami antuasias sekali ingin mencoba. Warungnya kecil, dengan nuansa merah dan oranye. A’a yang menjual juga ramah menjelaskan pertanyaan ini-itu. Setelah puas mengisi ‘bensin’ lagi, petualangan yang menantang kelenturan lambung ini berujung pada Haus Tea. Tempat makan yang sudah ada sejak tahun 1988.

Tempat terakhir dan kemampuan pencernaan terakhir membuat kami cepat mencicipi beberapa menu. Ketika selesai langit makin lama makin gelap, kami pikir Bogor lebih cepat beranjak malam dibandingkan Jakarta. Sayangnya, pemikiran tersebut sangat salah. Apa yang terjadi adalah situasi julukan kota Bogor alias hujan. Hujan bukan sembarang hujan, tapi hujan lebat yang membuat jalanan kota Bogor menjadi sangat gelap dengan beberapa kilatan cahaya di langit disusul suara yang bergemuruh. Seram. Beberapa jam kami terjebak, namun menunggu hujan yang tidak memiliki jadwal artinya akan sia-sia. Kami pun meninggalkan kota Bogor diiringi cucuran air. Dengan bangganya kami merasa Bogor menangis ditinggal kami yang akan pulang, namun kalau kata warga lokal sih mungkin suatu kelegaan bisa bernapas di kotanya sendiri... :D


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
Untitled Document
Forum
enaknya makan apa sih kalo lagi jalan2 di bogor?
Apa makanan keliling favorit Anda di sekitar komplek rumah?
NUTRIENT COOKIE
Makan Venison Steak di zoe cafe depok
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |