Home | Topik Makan | Arsip Artikel
 
Jelajah Kuliner Bandung Bagian 1
Topik Makan | Posted Jul 02, 2007 16:47 PM Damayantri Permata

Total Rating page ini : 0/5 Stars.
  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5


Salah satu pojok kota Bandung by Mimoy
Gambar Lainnya
Salah satu pojok kota Bandung
Bandung Trade Centre
Cireng
Baju-baju di factory outlet
Pojokan distro
 

Kalau saja dulu Gubenur Jenderal Belanda di Indonesia, Herman William Daendels tidak menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung dan mengatakan “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” ("Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!”), mungkin kota Bandung tidak akan ada dan berkembang sepesat sekarang ini.

Bandung, dahulunya adalah bagian dari Kerajaan Pajajaran. Kerajaan ini beribukota di Karapyak. Namun, 25 September 1810, Bandung pun resmi menjadi ibukota yang baru. Oleh karena itu, tanggal tersebut dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung.    

 Bandung=How to Get There?
Berterimakasihlah kepada Pemerintah atas pembangunan jalan tol Cipularang. Kini, Jakarta-Bandung dapat ditempuh dalam waktu 2-2,5 jam. Kalau dulu Anda harus melewati Purwakarta, Lembang, atau Subang yang penuh dengan jalan berkelok-kelok dan membuat diri mabuk kendaraan, kini yang terbentang di hadapan Anda adalah jalan lurus seakan tak berujung. Harapan yang ada hanyalah segera sampai di pintu keluar tol Pasteur yang berarti sudah sampailah Anda di Bandung.

Dengan berbagai kemudahan akses ke Bandung, tak heran jika setiap akhir pekan atau bahkan tiap hari, Anda akan menemukan mobil-mobil berpelat B yang ikut meramaikan kancah permacetan jalanan Bandung. Seperti kata Dita, mahasiswi yang tinggal di Bandung. “Semua orang Jakarta mah kayaknya pada ke Bandung…”

Bandung=Paris van Java
Sebutan Paris van Java yang terkenal itu artinya Paris dari Jawa. Bandung disebut demikian lantaran kota ini terkenal berhawa sejuk. Jelas saja, sebab Bandung terletak di dataran tinggi. temanmakan.com jadi teringat cerita Nenek dahulu tentang dinginnya kota Bandung. Saking dinginnya Bandung, sampai-sampai setiap pagi sang Nenek tidak berani untuk menyentuh lantai dan air.

Kini “suasana sejuk kota Paris” itu makin sulit didapat.. Pemanasan global yang sedang ‘in’ belakangan ini turut mempengaruhi iklim dan cuaca kota Bandung. Namun, ternyata masih ada “suasana Paris” yang melekat pada kota Bandung. Apalagi kalau bukan mode-nya. Coba tengok saja, dari mulai keluar tol Pasteur hingga ujung Bandung, deretan factory outlet atau butik-butik yang menjual pakaian-pakaian dari mulai harga miring hingga harga tinggi turut memeriahkan kota Bandung.

Bandung=Indie Movement
Berbicara tentang Bandung, ternyata kota ini tidak dapat dilepaskan dari fenomena indie (independent). Bandung menjadi tempat kelahiran fenomena indie yang digandrungi dan memabukkan anak muda. Youth culture ini direfleksikan dalam bermusik dan fashion. Bandung juga menjadi gudang lahirnya band-band anak muda yang mengusung semangat ‘do it yourself’ atau dikenal sebagai indie (independent). Band-band ini pun tidak kalah hebatnya dengan band-band yang bernaung dibawah major label. Indie yang pada dasarnya berbeda dengan mainstream kini malah menjadi salah satu yang digemari anak muda. Alhasil, indie pun malah nampak sebagai budaya baru mainstream.

Pengaruh indie pada fashion pun diperlihatkan pada kemunculan distribution outlet atau yang dikenal sebagai distro. Ekspresi dan curahan seni anak muda pun dituangkan dalam berbagai gambar dan variasi kaos, topi, tas, hingga celana Tentunya masih dengan semangat independent dan do it yourself. Desain dan modelnya menarik-menarik lho..Beda dengan model-model kebanyakan. Pantas saja kalau produk-produk distro ini digandrungi oleh anak muda.

Bandung=The Holiday
Bedanya suasana Bandung dengan Jakarta menjadi salah satu daya tarik kota Bandung. Seperti Tika yang selalu mencari suasana sejuk kota Bandung ketika liburan. Alhasil, ia selalu mencari tempat menginap di daerah atas, seperti Dago. “Untung ada saudara tinggal di daerah situ. Menjelang tengah malam dan subuh, dingin bangeettttt udaranya! Kalau sudah begini, nyaman deh meringkuk di tempat tidur yang hangat”, ceritanya.

Sebagai salah satu tujuan wisata, Bandung mempunyai tempat-tempat yang menarik untuk didatangi. Taman Lalu Lintas, Taman Ganesha, Rumah Strawberry, All About Strawberry atau Little Farmer merupakan beberapa tempat yang dapat dikunjungi bersama keluarga.  Anda dapat sekedar mengajak anak atau keponakan yang masih kecil untuk bermain, naik kuda, memetik buah strawberry, ataupun bermain bersama di alam bebas.

Bandung= Surga Dunia Kuliner
Dari beberapa data tentang tempat makan di Bandung yang temanmakan.com cari di internet, buku, dan majalah, ternyata ada ratusan bahkan ribuan tempat makan di Bandung yang direkomendasikan. Kedai dan restoran-restoran yang memenuhi setiap sudut jalan kota Bandung semuanya terlihat fancy, nice, dan enak. Seakan-akan memanggil kami untuk bertandang ke tempat tersebut.

Bahkan, lokasi-lokasi yang berbukit-bukit juga dimanfaatkan sebagai tempat makan. Good view, makanan yang enak, suasana sejuk serta romantis menjadi hal-hal utama yang dikedepankan. The Peak, The Valley, Sierra, dan Cloud Nine adalah beberapa tempat yang menawarkan hal tersebut. Coba arahkan kendaraan ke daerah Dago kemudian terus naik. Hamparan restoran-restoran berkonsep demikian membanjiri daerah ini.

Dari berbagai cerita teman dan kerabat, semuanya menyetujui bahwa nafsu makan meningkat jika berada di Bandung. Menurut mereka, selain hawa Bandung yang mendukung untuk makan banyak, tersedianya aneka tempat makan dan jajanan yang terkenal lezat serta mudah ditemukan membuat mereka menganggap Bandung sebagai surga dunia kuliner. “Tidak seperti Jakarta yang tempat-tempat makan enak-nya tersebar jauh, di Bandung kemana-mana dekat, jadi mudah menemukan tempat makan yang cihuy!” jelas Rere, salah seorang karyawati yang gemar mengunjungi Bandung.

Deretan beberapa nama makanan produk Bandung kini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Bahkan menjadi menu wajib yang harus dibeli sebagai buah tangan. Siapa yang tidak kenal Batagor Riri yang harum dan lezat? Brownies kukus Amanda yang manis dan  legit?  Brownies Prima Rasa yang manis dan renyah? Atau Kue Sus Merdeka serta produk-produk Kartika Sari yang melegenda? Walaupun kini sudah banyak ditemukan cabangnya di Ibukota, namun rasanya tidak afdol jika tidak membelinya langsung di Bandung.

Bandung=Our Culinary Trip
Liburan kemarin temanmakan.com manfaatkan untuk berwisata ke Bandung. Selain untuk bersilaturahmi dengan saudara, perjalanan ke Bandung pun untuk menuntaskan misi wisata kuliner. Liburan yang singkat membuat kami hanya dapat mengunjungi beberapa tempat saja. Namun, semuanya berkesan!

Nasi Timbel di Jl. Ciliwung adalah perhentian pertama kami ketika baru sampai di kota Bandung. Seporsi nasi timbel lengkap dengan lauk dan lalapan mengisi stamina temanmakan.com yang lelah saat itu. Walaupun harus rela mengantri, namun rasanya sepadan dengan apa yang kami makan.

Liburan bukan berarti pekerjaan terbengkalai. Dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di Ngopi Doeloe, akses kirim-mengirim email serta browsing pun tidak jadi masalah. Ketika perut mendadak keroncongan di malam hari, cemilan Nanas Goreng yang temanmakan.com beli di Jl. Citarum pun mampu meredakan lolongan perut kami yang kelaparan.

Sarapan pagi memang pas dengan menyantap bubur ayam. Sambil menikmati udara segar pagi hari di bilangan Dago, semangkuk bubur ayam buatan Mang Oyo pun tandas disikat temanmakan.com.

Tidak hanya perut saja yang diberi asupan gizi dan nutrisi, mata dan hati ini pun perlu. Tidak afdol rasanya kalau ke Bandung tanpa cuci mata di factory outlet atau butik. Walaupun hanya melihat-lihat saja, cuci mata ini mampu menurunkan makanan yang ada dalam perut dan membuat kami siap untuk beralih ke tempat makan berikutnya.

Waffle-waffle cantik nan lezat tidak ketinggalan untuk dicicipi di Brusselspring. Lumuran cokelat, strawberry, pisang, dan renyahnya waffle membuat temanmakan.com ingin kembali lagi ke tempat ini.

Makan malam lezat nan romantis berhasil kami temukan di restoran Tizi yang berada di bilangan Kidang Pananjung. Suasana sejuk dan temaram restoran ini serta merta membuat suasana menjadi romantis walaupun saat itu tidak ada someone special yang mendampingi..ehem..

Rindunya kami akan makanan rumah pun akhirnya dilampiaskan dengan menikmati hidangan dari Roemah Nenek. Jalanan yang mengarah ke Dago Atas yang berbukit-bukit tidak luput dari kunjungan kami. Setelah melewati jalanan yang menanjak dan melingkar-lingkar, Cloud Nine menjadi persinggahan kami. Pizza Cloud Nine yang renyah, hangat, dan lezat terasa pas dinikmati sambil mengagumi pemandangan Bandung dari atas bukit dalam balutan matahari sore. Belum puas dengan pizza, Warung Lela pun menjadi pelarian. Dengan menikmati mie yamin dan yamin bihunnya, restoran ini menjadi penutup malam yang melelahkan tersebut.

Ketika harus kembali ke Jakarta, hati ini sebenarnya belum puas. Bayangkan saja, jumlah kunjungan kami belum ada sepertiganya dengan jumlah restoran dan tempat makan di Bandung. Namun, kami akan kembali untuk menuntaskan misi wisata kuliner Bandung walaupun harus berkali-kali.

Rindunya kami pada keluarga di rumah membuat kami ingin mereka ikut menikmati lezatnya produk makanan kota ini. Untuk oleh-oleh keluarga di Jakarta, sebungkus batagor dan sekotak brownies kukus sudah aman dalam genggaman tangan. Untuk bekal di perjalanan, Basreng dan Cireng pun mengisi perut. Potongan bakso yang digoreng kering kemudian diberi taburan bumbu pedas atau keju mampu menjadi cemilan yang mantap. Sedangkan Cireng (aci yang digoreng) yang berisi macam-macam, dari mulai keju hingga daging menjadi teman baru dalam perjalanan kami.

Ahhh…akhirnya..dengan demikian selesai sudah culinary trip kami bagian pertama. Beberapa informasi tentang restoran-restoran di atas dapat Anda tengok di Ulas Makan. Lain waktu, temanmakan.com akan kembali ke Bandung untuk menjelajahi lebih banyak lagi tempat-tempat makan menarik dan lezat! Sampai bertemu lagi Bandung! =D


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
Untitled Document
Forum
enaknya makan apa sih kalo lagi jalan2 di bogor?
Apa makanan keliling favorit Anda di sekitar komplek rumah?
NUTRIENT COOKIE
Makan Venison Steak di zoe cafe depok
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |