| Rekomendasi |
*Lebih baik memilih restoran yang dekat dengan area tujuan antar agar biaya antar bisa lebih murah. *Pastikan menu yang ingin dipesan sebelum menelepon supaya tidak membuat petugas bingung. *Jangan lupa meminta total pembayaran dan perkiraan waktu sampai agar dapat mempersiapkan uang. *Setelah sampai, cek dulu pesanan yang datang baru membayar supaya jika terjadi kesalahan bisa langsung complain. |
|
|
Jakarta, oh...Jakarta...Ibukota yang padat dan ramai akan kemacetan. Dua puluh empat jam sehari rasanya tidak cukup menyelesaikan semua pekerjaan. Semakin bertumpuknya pekerjaan membuat warga tidak mau repot mengurusi perut. Tapi ketika perut tak diurus, penyakit berdatangan dan aktivitas pun terganggu. Masalah perut sekarang tidak bisa dibiarkan, tapi jangan bingung karena jasa layanan antar makanan atau biasa disebut
delivery service sudah menjamur dimana-mana.
Delivery service kini baru dilakoni oleh dua pihak. Pertama, pihak restoran yang secara paralel membangun armada jasa layanan antarnya sendiri. Kedua, pihak mandiri yang memang mendedikasikan dirinya memenuhi kebutuhan warga melalui
delivery service. Sebenarnya
delivery service bukanlah sebuah hal yang baru. Hanya saja, jumlah restoran yang mampu memberikan layanan ini masih terbatas, kebanyakan ditawarkan oleh restoran cepat saji. Dan kalaupun ada, muncul lagi masalah lanjutannya. Banyak konsumen yang terganggu akan adanya batasan minimal pesanan dan area antar yang terbatas.
Kendala yang muncul dari
delivery service langsung dari restoran kemudian dipecahkan oleh jasa layanan pesan antar mandiri. Pihak ini menawarkan layanan pesan antar makanan dan minuman dari berbagai restoran dengan area antar yang lebih luas. Salah satu yang sudah banyak dikenal warga Jakarta adalah layanan pesan antar PesanDelivery (PD). Layanan pesan antar semacam ini sudah banyak beroperasi di kota-kota besar di Indonesia. Ada yang beroperasi 24 jam ada juga yang memiliki batasan waktu operasi. Biasanya paling malam, pesanan dapat diantar sekitar pukul 9 sampai dengan 10 malam.
Caranya pun mudah! Konsumen tinggal memilih menu makanan dari buku menu yang disediakan restoran maupun perusahaan jasa layan antar, lalu mengangkat telepon dan memesan makanan atau minuman yang diinginkan. Petugas jasa layanan antar akan memasukkan semua pesanan ke dalam
database, meminta data alamat pengiriman yang lengkap, juga estimasi waktu sampainya pesanan ke alamat. Sampai disini, konsumen dapat melanjutkan aktivitasnya kembali sambil menanti pesanan datang di waktu yang telah diperkirakan.
“Gue seneng banget waktu pertama kali tahu PesanDelivery, soalnya rumah gue kan masuk di komplek gitu jadi kalo mo keluar beli makanan jadi males,” kata Indra. Menurutnya, ia sudah bosan pesan antar makanan cepat saji. Menunya terbatas dan tidak sehat pastinya. Ditambah layanan pesan antar memberikan langkah yang mudah diingat dan sebagai pembeli dapat diyakinkan bahwa makanan akan benar-benar sampai.
Selain melalui telepon, ada juga yang menawarkan
delivery service melalui internet seperti yang ditawarkan PD melalui www.pesandelivery.com atau bahkan melalui sms yang bekerjasama dengan operator. Sistem
delivery service lewat sms pertama kali dilakukan oleh restoran cepat saji McDonald. Dengan mengetik menu pesanan, nama, alamat, dan nomor telepon rumah, konsumen bisa lebih mudah menjamu perutnya. Kapan saja, dimana saja, 24 jam sehari, 7 hari seminggu!
“Pernah sih nyoba, untungnya nyampe. Pertama kali itu mo pesen lewat telpon tapi sibuk mulu jadi gue gambling aja order lewat sms. Eh, terus ditelpon balik!” kata Riana. Menurutnya, kalau masih bisa ia lebih memilih telepon karena bisa langsung mendengar suara petugas sehingga lebih nyaman untuk memesan dan bayarnya langsung ke petugas pengantar.
Delivery service membawa manfaat bagi beberapa pihak. Pertama, bagi pihak restoran maupun jasa layanan antar mandiri akan menambah jumlah penjualan makanan karena tidak hanya bergantung pada pengunjung yang datang langsung ke restoran. Kedua, bagi pihak konsumen juga lebih efisien dan efektif dalam memesan makanan karena urusan perut tidak bisa ditunda terlalu lama. Armada layanan pesan antar yang menggunakan kotak tempat menyimpan makanan yang dipesan juga dapat menjadi media promosi. Makin sering terlihat di jalanan maka makin besar kemungkinan warga Jakarta ingat akan nama-nama restoran.
“Pernah lho gue pesen di salah satu resto cepat saji, sumpah gue dah nungguin berjam-jam mana perut lagi laper berat...eh, ternyata belum dianterin! Padahal itu pertama kalinya gue pesen ke resto itu. Ga lagi-lagi deh...” kata Mirna yang akhirnya lebih cermat memilih layanan pesan antar. Kendala lain yang biasa dihadapi adalah jalanan yang macetnya terkadang bahkan juga tidak bersahabat dengan motor. Apalagi jumlah armada dan sumber daya yang tahu rute jalan masih minim, untuk beberapa pesanan perlu memastikan berulang-ulang alamat konsumen.
Untuk kedepannya diharapkan jasa seperti ini bisa lebih kompeten dan memiliki komitmen tinggi untuk mengantarkan pesanan dengan lebih cepat, lebih tepat, dan dengan harga yang lebih masuk akal. Gado-gado seharga Rp 10.000,- jangan sampai tersaingi oleh biaya antar Rp 20.000,- kan??
Artikel ini bisa anda dengarkan juga di Radio Otomotion 97.5 FM - Jakarta