Home | Topik Makan | Arsip Artikel
 
Seperti Makanan Apakah Cinta Anda?
Topik Makan | Posted Feb 14, 2008 06:06 AM Damayantri Permata

Total Rating page ini : 0/5 Stars.
  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5


Valentine's couple by corbis image
Gambar Lainnya
Valentine's couple
 
Cinta dan makanan adalah dua hal yang berbeda, namun bisa jadi sangat erat kaitannya. Beberapa judul film terkenal malah menggunakan kedua hal ini sebagai tema utamanya. Di antara film-film tersebut adalah “Like Water For Chocolate” (1993), “Chocolat” (2000), “Woman On Top” (2001), dan “No Reservation” (2007).

Selain film, kadang makanan pun menjadi hal yang esensial dalam sebuah hubungan. Kadar cinta dapat bertambah karena makanan. Misalnya, banyak yang bilang kalau seorang suami akan semakin cinta dan sayang jika istrinya bisa memasak. Apalagi jika masakannya lezat. Makanan juga kerap jadi lambang penghargaan dalam hubungan yang menjurus ke arah percintaan. Seorang kerabat bercerita pada zaman ia masih kuliah dulu, seorang pelajar pria yang menjadi idola di kampusnya selalu mendapat kiriman makanan, biasanya kue atau pudding, dari para ‘pemuja’nya yang bisa jadi merupakan ‘ajakan’ untuk membina hubungan yang serius.

Suatu ketika, saya membaca posting seorang teman di sebuah blog, ia mengibaratkan cinta layaknya makanan. Mau seperti apa rasanya, tetap kita butuhkan. Sama halnya dengan butuh cinta sebagai energi hidup. Jika terlalu banyak makan atau makan terburu-buru, kita bisa kesulitan bernafas. Sama saja dengan memilih cinta, tidak boleh buru-buru kalau tidak ingin ‘tersedak’. Jadi ibarat memilih makanan, sama halnya pula dengan jatuh cinta: Jangan dimakan dulu kalau tidak yakin dengan selera kita!

Lain lagi yang mengatakan bahwa cinta itu seperti cokelat. Ibaratnya, pengantin baru tidak pernah bosan dengan pasangannya, lantaran adanya cinta yang memiliki kandungan senyawa kimiawi yang membuat kecanduan. Jatuh cinta merangsang pusat kenikmatan yang berada di otak dan meningkatkan produksi dopamine—sejenis hormon yang merangsang rasa nikmat hingga menimbulkan efek kecanduan. Ini sama halnya dengan yang terkandung dalam cokelat. Konon, gairah dopamine merupakan bagian reaksi kimia yang mendorong suasana hati serta meningkatkan energi yang mempertajam kemampuan untuk memfokuskan pikiran setiap pasangan.

Yang lain mengatakan lagi bahwa cinta itu seperti permen karet. Sewaktu proses ‘PDKT’ alias pendekatan terasa manis dan butuh perjuangan untuk memperoleh cintanya. Sama halnya dengan permen karet yang terasa manis di awal dan butuh ‘perjuangan’ untuk mengunyah agar gula yang terkandung di dalamnya bisa keluar semua. Cinta pun seperti itu, rasa manisnya lambat laun semakin memudar. Itu sebabnya mengapa cinta harus terus dipupuk agar tetap terasa ‘manis’.

Baru-baru ini saya menggali koleksi album milik orang tua saya. Saya menemukan lagu berjudul 'That’s Amore' yang dinyanyikan oleh Dean Martin. Kalau tidak salah, lagu ini adalah soundtrack film 'The Caddy '(1953). Memang sih, lagunya ‘jadul’ sekali namun liriknya cukup menarik untuk disimak.

When the moon hits your eye
Like a big-a pizza pie
That's amore
When the world seems to shine
Like you've had too much wine
That's amore…

When the stars make you drool
Joost-a like pasta fazool
That's amore
When you dance down the street
With a cloud at your feet, you're in love
When you walk in a dream
But you know you're not dreamin', signore
'Scusami, but you see
Back in old Napoli, that's amore..

Pizza dan pasta menjadi makanan yang dipilih Dean Martin untuk mengungkapkan perasaan cinta pada sang kekasih. Namun, siapa sangka ternyata pizza memang dapat mewakili simbol cinta, romansa, dan gairah seksual. Para peneliti mengungkapkan pizza bisa jadi memang makanan cinta lantaran aroma, rasa, dan penampilan pizza terbukti dapat meningkatkan rangsangan seksual. Salah satu topping pizza yang terkenal adalah tomat. Orang Perancis konon menyebut tomat sebagai pomme d’amour (apel cinta). Sedangkan orang Amerika kuno menyebutnya love apples. Ini dikarenakan tomat banyak mengandung selenium, yaitu zat anti oksidan yang ternyata juga berperan dalam produksi sejumlah hormon seks.

Lain lagi penyanyi Mandy Moore sewaktu memulai debutnya. Ia mengungkapkan cintanya dengan lagu ‘Candy’. Dari lirik lagunya yang sederhana, Mandy mengibaratkan cintanya bagai permen: Manis dan membuat ketagihan.

I'm so addicted to the loving that you’re feeding to me
Cant do without it, this feelings got me weak in the knees
Bodys in withdrawal every time you take it away
Cant you hear me callin?
Begging you to come out and play?

So baby come to me
Baby, show me where you are
Sweet to me
Like sugar to my heart
Im craving for you, Im missing you like candy

Sementara itu ada seorang teman yang bijak memberikan pendapatnya tentang cinta yang diibaratkan dengan makanan, tetapi bukan cokelat, gula-gula, atau makanan manis lainnya. Begini katanya:

Cinta itu seperti sup wortel dan buncis dengan potongan daging sapi dan kaldu yang kental. Karena cinta harus sehat, bukan sebaliknya. Dan cinta harus berbumbu sedap, karena kadang yang sehat sulit untuk dinikmati. dan ia harus tetap masuk mulut walau yang menyantapnya sudah sampai ke titik jenuh karena cinta juga harus memberikan kekuatan kepada si empunya cinta untuk menghadapi hidup.

Happy Valentine’s Day!

Ngomong-ngomong, seperti makanan apakah cinta Anda?


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
Untitled Document
Forum
Makanan khas Nusantara
Tahapan I Set–Up Resto: Feasibility study/Business Plan
Kamu Siapa? Suka Makan Apa?
How To Be A Good Vegetarian?
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |