Home | Topik Makan | Arsip Artikel
 
Jajanan Keliling Favorit
Topik Makan | Posted Jun 17, 2008 23:33 PM dauz

Total Rating page ini : 0/5 Stars.
  • Currently 0/5 Stars.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5


Pempek by web image
Gambar Lainnya
Pempek
 
Kesukaan terhadap makanan memang bisa dibilang unik. Bukan hal unik jika seseorang suka dengan makanan yang disajikan di tempat berkelas dan mewah. Bisa jadi karena sudah lumrah bahwa makanan di resto mahal memang sudah seharusnya lezat dan pasti disukai banyak orang, meskipun ini bukan hal yang mutlak. Soalnya adalah, bicara tentang selera adalah bicara hal yang sangat subyektif, personal, dan tak ada aturan yang bisa menjelaskan ‘kenapa’ dan ‘mengapa’nya.

Seperti halnya kesukaan seseorang kepada suatu jenis makanan tertentu yang, menurut sejumlah orang biasa saja, tetapi menurutnya enak luar biasa. Lebih jelas lagi karena kesukaan orang pun macam-macam. Sementara tidak semua orang tidak punya ‘sense’ yang peka terhadap seluruh jenis makanan, seperti saya contohnya. Buat saya, semua ayam goreng adalah sama. Tidak peduli itu KFC, McDonald, atau Texas. Jadi saya tidak pernah keberatan diajak makan ayam goreng di mana pun.

Tapi jangan sangka saya tidak punya makanan favorit. Ada beberapa makanan favorit saya yang seringnya dijual di warung atau penjaja makanan keliling. Waktu kecil, saya tinggal di daerah Kampung Ambon, Rawamangun dan punya langganan Pempek yang menurut saya paling enak sedunia. Favorit saya pempek kapal selam tetapi yang basah. Jadi alih-alih menggigit kulit pempek yang renyah dan garing, pempek favorit saya justru lembek dan sedikit liat seperti bakso urat. Rasa gurihnya begitu khas, hingga saya masih bisa mengingatnya dalam liur di mulut saya yang selalu terbit setiap kali mengingatnya.

Masih lekat juga ingatan bagaimana ‘perjuangan’ saya untuk bisa menikmati pempek keliling itu. Harga seporsi pempek basah waktu itu Rp150. Sementara uang jajan saya hanya Rp50 setiap hari. Jadi saya harus puasa jajan selama tiga hari untuk dapat menikmati makanan kesukaan tersebut. But it’s really worth the suffering!

Saya sedikit sedih ketika ayah memutuskan untuk pindah rumah. Dengan berat hati saya harus rela melupakan pempek keliling tersebut. Beberapa tahun berselang saya sempat berkunjung ke rumah lama saya lagi. Tetapi betapa kecewa saat diberitahu pedagang pempek sudah tidak berdagang keliling lagi. Kata tetangga saya, ia hanya berjualan di rumahnya saja sekarang.

Serius, saat itu saya seperti anak kecil yang tidak bisa mendapat sekantung permen kesukaannya. (TM1/07)


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     
 
Untitled Document
Forum
enaknya makan apa sih kalo lagi jalan2 di bogor?
Tahapan I Set–Up Resto: Feasibility study/Business Plan
Kamu Siapa? Suka Makan Apa?
How To Be A Good Vegetarian?
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |