| |
Rosso, Gairahnya Italia Utara
Ulas Makan | Posted Aug 25, 2008 17:29 PM Thio Agustinus
by Iswanto |
|
| Kategori |
Nilai (0-100) |
| Rasa | |
| Servis | |
| Kebersihan | |
| Suasana/Ambience | |
| Total | 0 |
|
Total Rating page ini : 0 dari 0 voters
|
Tempat bersantap yang sekadar menyediakan berbagai pilihan pengisi perut sepertinya sudah bukan lagi jamannya. Bahkan, untuk manusia yang hidup di era milenium seperti kita, konsep tempat makan yang nyaman untuk bersantai, melepaskan penat, membebaskan diri dari keseharian sekaligus gaul, sepertinya juga sudah lewat masanya. Orang selalu mencari yang lebih; tidak hanya asal bisa makan enak, tidak cukup bisa melihat dan terlihat..., tapi ingin yang lebih dan lebih lagi.
Bukan Shangrila namanya jika tak mampu menangkap gejala tersebut. Lebih dari hanya menangkap gejalanya, jaringan hotel bintang lima dengan basis di Hong Kong ini malah sudah langsung hadir dengan solusinya. Rosso Restaurant and Lounge; itulah yang dihadirkan Hotel Shangrila-Jakarta, sejak November 2006. Konsepnya: temukan kembali gairah Anda (REDiscover the passion).
Dengan pendekatan yang dapat dibilang berani, Rosso menjamin dapat membangkitkan spirit para tamu sedini mungkin. Dari kejauhan saja, sudah tampak ambang restoran berwarna kemerahan yang menggelorakan semangat. Saat melangkah masuk apalagi. Walaupun tidak total, namun warna merah yang benderang terlihat hampir di segala penjuru. Sekitar 5 set meja makan tepat di tengah ruangan yang dikelilingi semi-sofa berbentuk bulat yang keseluruhannya berwarna merah semakin mempertegas betapa besar kepedulian Rosso pada gairah para tamunya.
Rosso dalam Bahasa Itali memang berarti merah; sebuah warna yang tidak hanya identik dengan keberanian, tapi juga kehangatan, keceriaan, gairah dan semangat. Itulah sebabnya mengapa Zanghellini & Holt Associates, perancang interior asal Hong Kong yang menangani Rosso banyak memilih merah serta warna-warna cerah lain pada rancangannya ini.
Memiliki tempat yang berkelas dengan interior modern yang mempesona belum cukup bagi Rosso. Apalagi, hidangan yang dipilih adalah Italian Food, yang bisa dikatakan bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Persaingan yang ketat tentu juga merupakan tantangan lain.
Beruntunglah Shangrila-Jakarta memiliki Alessandro Santi. Kepala Chef kelahiran Persaro, wilayah Marche ini memang sudah cukup malang-melintang di dunianya. Pada usia 15 tahun ia sudah menjadi junior chef di kotanya. Karir kemudian membawanya ke berbagai penjuru dunia, seperti Melbourne (Australia), Miami (Florida, AS), Monte Carlo (Monaco) dan Myanmar. Secara pribadi, ia juga pernah dipercaya menghidangkan masakannya untuk Pangeran Albert dari Monaco, Naomi Campbell, Jennifer Lopez, Tina Turner serta sejumlah pembalap Formula 1.
Sesuai daerah kelahirannya di Utara Italia, Alessandro mendefinisikan kreasi kulinernya sebagai karya yang “ringan, sederhana, rendah kalori serta mudah dimakan dan dimengerti.” Ia pun percaya bahwa pemilihan bahan dasar yang tepat sudah menyelesaikan separuh pekerjaan. Sisanya, harus diselesaikan dengan semangat dan dedikasi.
Cantiknya dekorasi kaca Murano dan gelas-gelas cocktail unik Secara keseluruhan, interior Rosso yang berkelas merupakan kombinasi elegan dari sentuhan tradisional Italia abad pertengahan dengan kecenderungan pada gairah-gairah jaman sekarang yang serba praktis, fungsional dan minimalis. Gaya postmodern dengan pencitraan Italia Kontemporer; mungkin itu istilah yang paling tepat.
Sesuai gaya yang dianut, Rosso menghadirkan beberapa aksesoris dengan elemen-elemen yang mampu menggerakkan perasaan para tamu sekaligus menciptakan mood. Desain emosional; begitu orang menyebutnya, dapat dilihat dari gelas-gelas cocktail maupun mocktail yang cantik dan unik; demikian pula dekorasi kaca khas Murano yang terdapat di setiap meja serta berbagai ukiran bercitarasa postmodern yang menghiasi sudut-sudut ruangan Rosso.
Bagian terpenting Rosso, selain ruang santap utama tentu saja ruang lounge. Ruang ini, yang dipisahkan dengan sekat-sekat bergaya kontemporer, memiliki citra elegan yang terasa berbeda dari bagian lain. Sofa melingkar dari bahan kulit asli dengan aksentuasi bahan bulu menjadikan ruangan ini memiliki daya tarik retro, bahkan fusion yang modern, namun tetap klasik. Kehadiran sejumlah karya seni Eropa di beberapa bagian dinding ditambah permainan cahaya dari lampu di balik bar menjadikan lounge ini semakin ideal untuk tempat bertemu dan berbincang-bincang dalam suasana hangat.
Signature dish Rosso Untuk menu utama, kami memesan dua menu yang tergolong signature dish Rosso. Yang pertama adalah Veal of Tenderloin Trilogy sedangkan sebuah menu lagi diberi nama Roasted Lamb Rack.
Pesanan yang pertama hadir berupa 3 iris steik tenderloin (berbentuk bulat), disusun dalam piring berbentuk lonjong memanjang. Bulatan pertama daging steiknya dipadukan dengan asparagus dan kentang; yang kedua black olive dengan kentang serta yang terakhir memadukan Porcini Mushroom, juga dengan kentang berbentuk bulat. Sedangkan Lamb Rack sendiri sebenarnya adalah dua potong lamb chop pilihan dari Italia. Setelah dipanggang, keduanya disajikan bersanding dengan lettuce, olive serta asparagus. Rasanya tidak perlu banyak cerita soal kedua menu utama tersebut. Yang jelas, kedua pesanan itu tandas dalam tempo tidak terlalu lama. Kami tidak hanya merasa kenyang, tapi juga menyesal. Sungguh, kami menyesal tidak menikmati kedua hidangan istimewa tersebut sejak dulu. Kelezatan Veal of Tenderloin Trilogy serta Roasted Lamb Rack di Rosso sangat sulit dibandingkan dengan kenikmatan masakan Italia lain yang pernah kami cicipi. Luar biasa. Tanpa mencoba menu-menu lain, seperti Fillet Monk Fish, Veal Chop Milanese, ataupun Farm Style Sauteed Eggplant, rasanya kami sudah bisa menyimpulkan citarasa serta gairah hidangan ala Italia Utara yang tersaji di Rosso.
Hidangan Italia berkelas Tak heran, menu yang dihadirkan Rosso bukan pada kelas pizza atau pasta biasa semacam makaroni, spaghetti sederhana (carbonara atau bolognaise) atau bahkan lasagna. Yang ada semata-mata hidangan Italia berkelas.
Saat Temanmakan.com berkunjung ke Rosso, pada deretan buffet makanan pembuka (antipasti) berjejer aneka penggugah rasa ringan macam Marinated Beef with Pickled Vegetables; Bresaola with Rucola and Orange, Green and Yellow Bean Salad, Pasta Salad with Fish, Roasted Mushroom, Veal with Tuna Sauce, Mix Seafood Salad serta Grilled Mix Vegetable.
Saat hendak mencicipi, kami sempat terdiam. Seseorang membisikkan bahwa sebagian besar hidangan tersebut mungkin akan berasa hambar karena tidak diberi bumbu. Tapi, begitu satu demi satu irisan daging, ikan, udang, sayuran, keju dan buah-buahan itu melalui rongga mulut kami, yang bisa kami lakukan hanyalah menggelengkan kepala sambil mengejap-ejapkan lidah. Semua hidangan pembuka itu benar-benar jempolan. Tidak hanya kualitasnya prima (karena semua diimpor dari Italia), tapi, rasanya benar-benar patut dipuji. Meskipun namanya “pembuka”, terus terang kami sudah cukup kenyang dengan hidangan tersebut. Masalahnya, di meja kami yang berbatas dengan jendela juga terhidang 3 jenis roti, masing-masing terdiri atas 3 potong (total 9 potong). Tentu kami tak melewatkannya.
Apalagi, irisan-irisan roti tersebut terasa begitu sensasional karena dinikmati dengan campuran Extra Virgin Olive Oil serta Balsamic Vinegar dari Modena yang memang kesohor. Belum lagi antipasti itu sepenuhnya tercerna, di depan kami sudah terhidang masing-masing sepiring sup krim kembang kol Italia (Italian Colley-Flower Creme Soup). Secara penampilan, sup ini memang tak ubahnya krim sup biasa, putih pucat dan kurang menantang. Namun, di balik tekstur yang halus, ternyata tersembunyi kelezatan rasa yang sulit digambarkan. Benar-benar kelezatan khas Italia.
Trilogy, cocktail yang dijagokan Head Chef Alessandro. Untuk urusan minuman, Rosso tak kalah menggairahkan. Di sini, Chef Alessandro bersama tim bartender-nya (lagi-lagi) menjagokan sebuah karya bernama trilogy. Sesuai namanya, trilogy merupakan cocktail (bisa juga mocktail) yang diolah dalam 3 cara berbeda: original (stirred), dingin (frozen) atau biasa (foamed). Ketiganya dihidangkan dalam wadah kecil berkaki tunggal dan panjang (sepintas mirip kembang dari beling), lalu disatukan dalam sebuah tempat kaca, mirip pot bertubuh jangkung.
Dari daftar cocktail, yang direkomendasikan bagi para tamu antara lain: Orange and Pear Fresca (campuran vodka, grapefruit dan lychee). Kemudian ada juga B.69; sejenis flaming cocktail yang memadukan Kahlua, Bailey’s serta vodka rasa vanila. Belum lagi Blue Agave, D’Violet atau Pink Flamingo yang juga tak kalah menggairahkan. Sementara, untuk mocktail (tanpa alkohol), pihak Rosso biasanya menganjurkan para tamu mencoba Coconut Kiss (campuran jus nanas, santan dan sirup grenadine), New Orleans (paduan jus nanas, sirup grenadine, jus lemon serta ginger ale), atau You and Me yang merupakan kombinasi jus jeruk, pisang serta sirup grenadine).
Menikmati Grappa : Rasa baru yang mencengangkan. Demi kepuasan para pengunjung, wine cellar terletak di balik kaca, hanya beberapa langkah di ujung lounge. Lebih dari 200 wine ternama asal Italia tersimpan dengan anggunnya di situ. Beberapa di antaranya bahkan termasuk dalam kategori berlabel eksklusif, seperti Barolo dari tahun 1961-1990, Giacomo Borgogno serta Brunello di Montalcino yang populer pada tahun 1945. Disamping itu juga tersedia wine-wine berkualitas lain dari Perancis serta wine kontemporer produksi Afrika Selatan, Australia maupun California.
Bagi tamu yang tertantang untuk berpetualang dengan wine, tak ada tempat yang lebih tepat selain Rosso. Lounge yang menakjubkan ini sengaja menyiapkan seorang wine sommelier. Pemandu wine profesional ini akan memberikan bimbingan agar tamu dapat menemukan wine yang sesuai dengan makanan yang tengah dinikmatinya. Konon, jika berhasil menemukan wine yang match, hidangan yang sedang disantap itu akan terasa jauh lebih lezat.
Rosso juga menyadari kecenderungan masyarakat sekarang ini yang semakin gandrung pada wine. Untuk menjawabnya, Rosso beberapa kali berinisiatif menyelenggarakan acara wine-tasting. Di sini para pembuat wine serta pemilik vineyard diundang guna memperkenalkan wine-wine mereka, bagi komunitas pecinta wine.
Melengkapi segala keunggulannya, wine cellar milik Rosso juga menyediakan Grappa. Jenis minuman ini, walaupun masih dalam keluarga wine, namun memiliki perbedaan yang signifikan. Grappa dibuat dari endapan wine. Dalam jumlah tertentu, residu wine ini didistilasi ulang serta diperkaya rasanya dengan senyawa pilihan. Hasilnya; sebuah rasa baru yang mencengangkan.
Meskipun diolah dari endapan, jangan dikira grappa merupakan minuman sisa. Buktinya, harganya tak kalah dengan wine, alias bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Yang perlu Anda catat, grappa, yang konon mulai ngetren di mancanegara, tak bisa diperoleh di sembarang tempat di Indonesia. Selain Rosso, mungkin hanya satu atau dua hotel berbintang lagi yang memiliki koleksi grappa.
Dessert : Kelembutan yang memanjakan lidah. Setelah bersantai dan ngobrol sejenak, kami kembali ke deretan buffet, untuk mengambil dessert. Lagi-lagi kami terpana. Di muka kami berjajar aneka cake dan pastry dengan warna-warni yang memikat dan mengundang selera. Creme Brulee, Assorted Pralines, Tiramisu, Strawberry Tartlet dan Panacotta seolah menantang para tamu untuk melahapnya. Belum lagi irisan berbagai buah, dengan saus coklat, orange atau strawberry yang bisa kami pilih.
Tak ada yang mengecewakan dari hidangan penutup ini. Kue demi kue, krem demi krem, semua menyajikan kelembutan yang sangat memanjakan lidah. Tak ada manis yang berlebih, tidak ada pula rasa yang mengganggu lidah. Enak, hanya itu yang bisa kami katakan dalam hati ketika dessert kami pun akhirnya tandas.
Karena itu, tidakkah Anda tergiur untuk melangkahkan kaki ke Rosso dan menemukan kembali gairah Anda di sana?
| Kategori |
-- |
| Alamat Pusat |
Hotel Shangrila, Kota BNI, Jl. Jend. Sudirman Kav 1. Jakarta |
| Alamat Cabang |
-- |
| Telp |
-- |
| Fax |
-- |
| Email |
-- |
| Website |
-- |
| Jam buka - weekday |
-- |
| Jam buka - weekend |
-- |
| Makanan andalan |
-- |
| Minuman andalan |
-- |
| Kisaran harga |
|
|
| Fasilitas |
| Menu anak |
 |
| Private room/party |
 |
| TV |
 |
| Outdoor seating |
 |
| Area Merokok |
 |
| Toilet |
 |
| AC |
 |
| Valet parking |
 |
| Tempat parkir |
 |
| WIFI |
 |
| Musik hidup |
 |
| Arena bermain anak |
 |
| Kursi anak |
 |
| Mushola |
 |
| Delivery order |
 |
| Sertifikat halal |
 |
| Take away |
 |
| Delivery through |
 |
| Minuman keras/alkohol/wine |
 |
| Cara berpakaian |
|
|
|
| |
| Rekomendasi |
| Rosso, di Lantai 1 Hotel Shangrila Jakarta, buka setiap hari pukul 11.30-14.30 (makan siang) dan 18.30-22.30 (makan malam). Buffet berupa hidangan pembuka dan dessert tersedia hanya pada waktu makan siang, Senin-Sabtu dengan harga Rp 130.000++.
|
|
|
|
 |
| |
|
|
|