Home | Ulas Makan | Arsip Artikel
 
Rumah Sosis; Bayangan vs Kenyataan
Ulas Makan | Posted Feb 06, 2009 22:38 PM Reh Franciska


by
Kategori Nilai (0-100)
Rasa
Servis
Kebersihan
Suasana/Ambience
Total0

Gambar Lainnya


Total Rating page ini : 0 dari 0 voters

Kunjungan kami ke Rumah Sosis yang di Bandung itu (tepatnya Jl. Setiabudi 295, arah Lembang), gak lama. Sekitar 20 menit mungkin.  Tapi, tentu saja ada kesan yang saya tangkap.

Pertama, begitu nyampe, saya langsung mencari-cari.  "Mana sosisnya nih?"  Tadinya saya kebayang bakalan ketemu banyak benda berbentuk sosis; bangku bentuk sosis, tong sampah bentuk sosis, restoran dengan meja bentuk sosis..., pokoknya semua deh; termasuk bangunannya juga model sosis.  Gak taunya saya overexpect.  Gak ada itu semua. 

Kedua..., akhirnya saya ngelihat tulisan gede: "Toko Sosis".  Langsung deh pikiran saya berkembang lagi.  "Wah, ini pasti sebuah supermarket yang ngejual sosis, makanan-makanan lain yang masih nyambung sama sosis..., terus ada benda-benda kreatif berbentuk sosis kaya yang saya bayangin di atas tadi. Siapa tau juga ada gantungan kunci, magnet, stiker, pernak-pernik..., semua bentuk sosis."

Pas belok kiri dan ngeliat bangunannya (yang diberi nama Toko Sosis itu) saya langsung gak percaya.  "Buset... Tokonya imut amit!"  Secara, bangunan yang diapit lahan parkir dan restoran itu ukurannya kira-kira 4 m x 6 m. 

Memang, sebagian besar toko diisi dengan sosis; rata-rata di-display dalam freezer terbuka.  Tapi tetep aja..., gak seheboh bayangan saya koq.

Yang perlu diakuin, saya pikir adalah kreativitas dan usaha mereka mendiferensiasi si sosis (menambah range of product maksudnya).  Gak cuma sosis sapi, bratwurst, bockwurst dan semacamnya.  Tapi ada juga sosis kambing yang pendek gendut, sosis ayam lapis keju, mini bratwurst sama ada juga tuh sosis rasa lada hitam alias black-pepper (yang ini berani jamin, pasti susah cari di tempat lain). 

Sepanjang keberadaan kami di toko imut itu, hidung kami digoda oleh aroma harum daging yang tengah dibakar.  Terang saja, di dekat situ 2 orang cowok lagi sibuk-sibuknya ngebakar (manggang lebih tepat kale) sosis yang ujungnya ditembus tusuk sate, di atas perabotan bbq sekaligus ngelayanin pesenan dari tamu yang lumayan jumlahnya. Jadi, tamu memesan sosis pada mereka, dapat nomor, terus duduk (ya..., nongkrongin yang bakar sosis gak dilarang sih).

Sayang waktu kami terbatas banget, masuk ke restoran (yang rada mirip saung tapi gelap) itu gak sempet sama sekali.  Dengan kata lain, kami mesti langsung pergi (dengan membawa beberapa pak sosis).  Tapi, belakangan saya tahu, ternyata kami membuat keputusan yang tepat surapat.   



Kategori --
Alamat Pusat --
Alamat Cabang --
Telp --
Fax --
Email --
Website --
Jam buka - weekday --
Jam buka - weekend --
Makanan andalan --
Minuman andalan --
Kisaran harga
Fasilitas
Menu anak
Private room/party
TV
Outdoor seating
Area Merokok
Toilet
AC
Valet parking
Tempat parkir
WIFI
Musik hidup
Arena bermain anak
Kursi anak
Mushola
Delivery order
Sertifikat halal
Take away
Delivery through
Minuman keras/alkohol/wine
Cara berpakaian

 


 
 
 
 
 
Login Member Area
Email
Password
 
     

Search Resto
Untitled Document
Forum
enaknya makan apa sih kalo lagi jalan2 di bogor?
Tahapan I Set–Up Resto: Feasibility study/Business Plan
Kamu Siapa? Suka Makan Apa?
How To Be A Good Vegetarian?
Artikel Terpopuler
Hidup adalah pilihan
Warung Pasta: Pasta All Nite Long
Spizza : Neverending Promo
Dapur Buntut : Berani Tampil Beda
Tentang Kami
  Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya
Send Story
Contact Us
  © 2007 Temanmakan.com

      Home   |   Topik Makan  |   Cerita Makan   |   Ulas Makan   |  Berita Makan   |   Bisnis makan   |   Makan Sehat   |   Makan Unik   |    Forum   |