Lagi, Yogurt di Senci Ulas Makan | Posted Aug 22, 2009 12:47 PM Reh Franciska
by
Kategori
Nilai (0-100)
Rasa
Servis
Kebersihan
Suasana/Ambience
Total
0
Gambar Lainnya
Total Rating page ini : 0 dari 0 voters
Lagi, Yogurt di Senci
Lagi-lagi yoghurt beku (frozen yogurt), dan lagi-lagi kejadiannya saya alami secara gak sengaja; beneran gak sengaja bok.
Ceritanya hari Minggu itu, sehari sebelum perayaan kemerdekaan Indonesia (jadi tanggal 16/8) saya bareng keluarga cuma mau cuci mata di Senayan City.Eh, pas lagi ngelintas di basement, pandangan saya tersita oleh adanya sebuah banner yang tingginya sekitar 170 cm-an.
Yang menarik perhatian saya, pertama adalah nama yang ada di atasnya: Yogurtaddict (beneran begitu nulisnya, disambung semua).Setelah itu, gak jauh di bawahnya ada tulisan lagi: Pay What You Like (yang dalem bahasa kita artinya kurang lebih: bayar suka-suka loe deh!).Otomatis, saya anak dan suami berpandangan.Bayar suka-suka; siapa yang gak mau?!
Tadinya saya pikir bakal susah mencari tempatnya.Ternyata tidak.Dari jauh saja sudah keliatan antrean yang cukup panjang di muka konternya yang terletak tepat di muka pintu keluar Pasar Swalayan Food Hall.Gak mau ketinggalan, kami pun bergabung dengan sekitar 25 orang yang sudah “mengular” di situ.
Untung, para staf yang mestinya masih fresh, cukup punya inisiatif.Gak cuma menunggu di balik konter, beberapa di antara mereka mengedarkan potongan kertas disertai alat tulis, pada orang-orang yang mengantrre.Jadi, tidak sampai 10 menit, saya dan suami masing-masing sudah memegang segelas frozen yogurt dari si Yogurtaddict.Saya yang plain dengan topping longan sedangkan suami yang rasa stroberi, dikasih topping kiwi.
Rasanya..., hmm oke loh.Dua-duanya menurut saya enak, seger dan berani diadu sama Sour Sally, JCool Yogurt serta Red Mango.Khusus yang stroberi meskipun cenderung asam tapi secara after taste terasa sedikit manis.Jadi, ada peluang juga buat disukain sama anak-anak dan ABG penggila yogurt.
O iya,pas ngantre, saya nyempet juga merhatiin konter Yogurtaddict ini.Keren juga ternyata.Interiornya yang mungil didominasi warna merah tua.Terus, sebagian besar langit-langitnya dihiasi sama lampion-lampion besar berbentuk silinder dengan corak oriental (ada sentuhan Jepangnya juga loh).Keren deh dan beda banget dari para pesaingnya.Sayang, buat sebuah cabang pertama, konterYogurtaddict yang 100% lokal ini rasanya terlalu kecil deh.Jadi, sama sekali gak ada space buat pembeli yang mau kongkow sejenak.
Soal rasa, Yogurtaddict mengandalkan 4 pilihan: plain, strawberry, mango sama kiwi.Lebih dari cukup dong buat bersaing dengan para yogurt pendahulu yang cuma cuma ngandelin sama satu atau dua macem rasa.Sementara kalo soal topping bisa dibilang standar deh; kurang lebih sama dengan yang lain seperti moci, oreo, almond, leci, nata de coco, kiwi, dll.
Terus soal Pay What You Like ini juga beneran loh.Pembeli bener-bener boleh bayar sesuka hati mereka buat single cup yogurt, plus satu topping.Saya aja cuma bayar 20 ribu perak buat 2 cup yogurt ukuran standar.Malah, saya liat banyak orang yang cuma ngeluarin duit Rp 5.000 buat satu cup yogurt.Sayang (lagi-lagi sayang ya), kesempatan bayar suka-suka ini cuma berlaku selama masa promosi Yogurtaddict, yaitu tanggal 14 sampai dengan 16 Agustus 2009.Sesudah itu..., ya kudu bayar dunk.Kalo gak salah, kisaran harganya antara Rp 18 ribu sampai Rp 33.000 deh.
Pasti gak mahal dunk...Apalagi kalau ingat segala manfaat yogurt dan rasanya yang asem-asem seger itu.
Pernah gak abis makan di suatu tempat yang enak (atau interiornya unik) dan kamu jadi ingin banget ngasih tahu tempat itu ke saudara atau teman? Selengkapnya